Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Museum Siwalima Maluku Punya Koleksi Baru


AMBON -- Museum Siwalima Maluku segera membuka ruang pameran baru, yakni ruang pameran busana pengantin nasional, pada September.
"Rencananya ruang pameran busana pengantin nusantara akan dibuka untuk umum bersamaan dengan diselenggarakannya Pesta Teluk, pada September, tapi kalau pengerjaannya lebih cepat selesai maka akan digelar sebelum September," kata Kepala Museum Siwalima Maluku Jean Esther Saija di Ambon, Jumat (28/2).
Ia mengatakan pembukaan ruangan pameran baru adalah untuk menarik lebih banyak pengunjung ke Museum Siwalima, selain itu untuk agar koleksi museum yang mencapai 5.300 buah tidak hanya tersimpan di gudang.
Ribuan koleksi Museum Siwalima tersebut terbagi atas 10 jenis, yakni geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika heraldika, filologika, keramik, teknologi, dan seni rupa. Lebih lanjut Jean mengatakan bahwa banyak dari koleksi Museum Siwalima harus disusun bertumpuk di ruang pameran karena kurangnya ruangan untuk memamerkan barang-barang tersebut.
"Selama ini, kami cuma mempunyai dua ruang pameran tetap, ruang etnografi dan ruang sejarah - budaya, satunya lagi ruangan pameran sementara yang tidak permanen. Banyak koleksi kami yang harus ditata secara bertumpuk karena kekurangan ruangan," katanya.
Ia menambahkan kebanyakan koleksi sejarah dan budaya Maluku yang berada di Museum Siwalima berasal dari Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya, dan Maluku Tengah. Beberapa koleksi keramik kuno China yang berasal dari zaman Dinasti Ming juga mereka dapatkan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya.
"Sebagian besar koleksi dari Kabupaten Maluku Tengah berasal dari Pulau Seram, sedangkan koleksi sejumlah keramik kuno dari China maupun gading gajah dari Thailand, kami dapatkan dari Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya," ujarnya.
Sumber: Republika

Pidato Rusli Zainal di Lembaga Adat Diwarnai Dengan Penangkapan 3 Orang Mahasiswa

Pekanbaru, Kembali terjadi aksi penangkapan terhadap mahasiswa yang menyuarakan aspirasi. Kejadian ini terjadi saat Pidato Gubernur Riau HM Rusli Zainal dalam acara Silaturahmi Gubernur dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) di Pekanbaru.


Dalam acara yang digelar di aula Gedung LAM Riau di Jalan Diponegoro Pekanbaru, Selasa siang, kericuhan berawal ketika tiga dari empat orang mahasiswa yang hadir dalam acara itu secara tiba-tiba membentangkan spanduk bertuliskan hujatan kepada Rusli Zainal.

Melihat kejadian tersebut,  3 pemuda langsung diamankan oleh beberapa orang dan dibawa ke sebuah ruangan. Pelaku dibawa paksa keluar oleh petugas kemanan yang diperkirakan merupakan petugas kepolisian berpakaian preman (tidak berseragam). Mahasiswa pelaku pembentang spanduk hujatan untuk Rusli ini bahkan sempat mendapatkan pukulan beberapa kali oleh para pendukung Rusli Zainal.

Sejumlah anggota LAM Riau berteriak agar tidak melakukan kekerasan.
"Sudah, sudah. Jangan pukuli. Mereka itu adik-adik kita," teriak seseorang dalam ruangan.
Ketiga mahasiswa itu dibawa keluar dari lantai dua dengan posisi dipiting. Sampai di lantai dasar, mereka dimasukan ke ruangan. Wartawan mencoba masuk ke ruangan tersebut tapi dihalangi petugas keamanan.
"Kami dilarang meliput atau mengambil gambar insiden itu," kata Joko Prasetyo, seorang pewarta kampus seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/2).
LAM menilai tindakan tersebut bentuk penghinaan terhadap mereka.
"Inikan penghinaan terhadap lembaga adat itu sendiri. Dimana pada hari ini berkumpul Datuk Setia Amanah, pimpinan-pimpinan dari Lembaga Adat Melayu seluruh kabupaten dan kota di Riau dan tokoh masyarakat. Mereka mampu melakukan itu (bentangkan poster) dalam sidang. Itu kan merupakan penghinaan yang besar," kata Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Melayu (LAM) Riau Tennas Efendy dalam rilisnya kepada Okezone, Selasa (12/2/2013).
Oleh karena itu, lanjut Tennas, aksi nekat dari keempat pemuda itu harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Sehingga akan diketahui, apakah aksi pemuda itu murni atas inisiatif sendiri atau ada pihak lain yang berada di belakangnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Al-Azhar juga mengutuk keras aksi yang dilakukan para pemuda itu. Menurut Al-Azhar, aksi itu tidak mencerminkan sikap orang berbudaya Melayu.

Disadur dari beberapa sumber:

Empat Mahasiswa Unri Pekanbaru yang Ditahan, Akhirnya Dibebaskan Polresta

Empat orang mahasiswa universitas Riau (Unri) Pekanbaru yang ditangkap, diamankan oleh Polresta Pekanbaru terkait kasus membentangkan spanduk saat sidang kesaksian Gubernur Riau Rusli Zainal di Pengadilan Tipikor Pekanbaru sejak Kamis kemarin (10/1), Jumat tadi (11/1) pukul 10.00 WIB keempat mahasiswa ini akhirnya dibebaskan kembali.

Keempat aktivis mahasiswa yang dibebaskan itu masing-masing Presiden BEM Unri Fadli, Korlap unjukrasa Yopi Pranata, M Aditya, dan Zulfa Hendri. Mereka dibebaskan bersamaan dengan sedang berlangsungnya aksi unjukrasa massa BEM Unri di depan gerbang Mapolresta Pekanbaru Jumat petang tadi (11/1) pukul 13.15 WIB.

Dari pengamatan wartawan Riau Pos Online di lapangan, keempat aktivis yang diamankan ini
sebelum dibebaskan berada di dalam Markas Polresta Pekanbaru dan tak dibenarkan keluar
markas. Mereka dikenakan wajib lapor karena bebas bersyarat. Saat sedang berlangsung demo, keempat mahasiswa ini dikawal oleh Provost Polresta dari dalam markas menuju ke depan pintu gerbang Polresta untuk dibebaskan dan diserahterimakan kepada mahasiswa.

Dan akhirnya keempat mahasiswa ini dibebaskan dan bergabung dengan massa yang
berdemonstrasi. Setelah bergabung dengan rekan-rekannya, Yopi Pranata dkk menegaskan melalui pengeras suara bahwa tak benar dirinya dan teman-temannya dibebaskan. Karena mereka dikenakan bebas bersyarat dan wajib lapor. "Tak benar Kami bebas. Tapi kami masih dikenakan wajib lapor dan bebas bersyarat," teriak Yopi. Usai aksi dan penyerahan keempat mahasiswa yang ditahan yang disaksikan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar S MM merekapun berpelukan sesama mahasiswa dan membubarkan diri.

Sumber: Riau Pos, 11 Januari 2013

Mahasiswa Nilai Polisi Lakukan Kriminalisasi

PEKANBARU-Tidak kurang dari 100 mahasiswa melakukan demonstrasi di Mapolresta Jalan Ahmad Yani Pekanbaru, Jumat (11/1) sekitar pukul 15.00. Mereka menuntut pihak kepolisian membebaskan empat rekannya yang dimintai keterangan kepolisian terkait dengan aksi pembentangan spanduk ketika Gubernur Riau, HM Rusli Zainal menjadi saksi dalam persidangan, Kamis (10/1).

Sempat terjadi aksi dorong-dorongan kecil antara petugas dan pendemo. Pasalnya, saat pendemo ditemui oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Adang Ginanjar, beberapa pendemo di bagian belakang, menyulut emosi petugas dengan menyanyi.

Namun kejadian ini segera bisa diatasi. Petugas yang berjaga dan koordinator mahasiswa berhasil meredam kejadian ini agar tidak berbuntut panjang.

Sementara itu, dalam keteragannya di depan pendemo Kapolresta, menyatakan, pihak kepolisian sudah menyelesaikan pemeriksaan dan memulangkan empat mahasiswa yang dimintai keterangan sejak pukul 11.30. Namun, hingga ratusan mahasiswa berdemo di Mapolresta, empat orang tersebut ternyata masih berada di masjid di komplek Mapolresta.

Di depan demonstran, Adang menjelaskan tentang alasan pemeriksaan terhadap empat mahasiswa. Menurut Kapolres, apa yang dilakukan empat orang mahasiswa tersebut telah melanggar aturan karena membuat kegaduhan saat sidang.

Kapolresta kemudian mempersilakan mahasiswa untuk menjemput rekan-rekannya. Tidak lama kemudian, empat mahasiswa masing-masing, Fadli, Zulfa, Yopi dan Adit, keluar dari masjid dan menemui rekan-rekannya.

"Hidup mahasiswa," demikian teriak koordinator lapangan untuk menyanbut kedatangan empat rekannya.

Selain itu, dalam orasinya, pendemo yang mengaku anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas di Pekanbaru ini, juga menuntut pihak kepolisian menangkap koruptor, bukan mahasiswa yang menentan korupsi. Mereka menilai, apa yang dilakukan kepolisian terhadap empat orang rekannya merupakan kriminalisasi dan intervensi pihak kepolisian terhadap aktivis anti korupsi.

Akhirnya, setelah empat rekan mereka bebas dan mendapatkan penjelasan dari Kapolres, mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.

Terpisah, Wakasat Reskrim, AKP Meilki Bharata mengungkapkan, empat mahasiswa yang diamankan karena membentangkan spanduk tersebut telah ditetapkan menjadi tersangka. Mereka berempat dijerat dengan pasal 217 KUHP tentang membuat kegaduhan saat persidangan.

Namun, sambung Meilki, mereka tidak ditahan. Empat mahasiswa yang juga Presiden dan Anggota BEM UR ini dikenakan wajib lapor seminggu sekali.
Sumber: Tribunews Pekanbaru, Ed. 12 Januari 2013

Membelot ke Korsel, Tentara Korut Harus Bunuh Dua Kawan

VIVAnews - Seorang tentara Korea Utara berhasil menembus tembok perbatasan dan membelot ke Korea Selatan. Namun, untuk melakukan ini, dia harus membunuh dua kawannya, salah satunya adalah atasannya di angkatan bersenjata Korut.

Diberitakan CNN, Sabtu 6 Oktober 2012, tentara yang tidak disebutkan namanya itu berhasil menerobos penjagaan dan berlari di Zona Demiliterisasi (DMZ) kedua negara sepanjang 500 meter sebelum sampai di Korsel.

Tentara di Korsel langsung menerima tentara pembelot tersebut dan menjaganya di tempat aman. Sebelum menerimanya, tentara Korsel mengaku mendengar suara tembakan. Tentara pembelot ini terpaksa membunuh dua kawannya agar bisa tembus penjagaan.

"Tentara Korut itu mengatakan saat dia bertugas jaga, dia membunuh pemimpin pletonnya dan kawannya sesama tentara sebelum membelot," ujar pernyataan angkatan bersenjata Korut di Seoul.

Pembelotan melalui DMZ yang dijaga ketat jarang terjadi. Biasanya, para pembelot kabur dari Korut melalui hutan atau laut, menuju China atau negara-negara Asia Tenggara. "Tentara Korut terakhir yang membelot melalui DMZ terjadi pada Maret 2010," ujar pernyataan Korsel.

Dalam 60 tahun terakhir sejak kedua Korea berpisah, sudah lebih dari 24.000 warga Korut yang membelot ke Kosel. Jumlahnya terus bertambah setiap tahun, dari kurang dari 100 orang pada 1990an, hingga lebih dari 2.000 orang sejak 2006.

Pembelotan biasanya terjadi karena warga tidak tahan hidup di Korut yang menganut sistem komunisme otoriter yang mengekang kebebasan warga. Pemerintah Korut memburu setiap pembelot dan menghukum mati mereka yang tertangkap.

sumber:

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/357342-membelot-ke-korsel--tentara-korut-harus-bunuh-dua-kawan

Filipina dan Pemberontak Muslim Moro Akhirnya Berdamai


VIVAnews - Presiden Filipina, Benigno Aquino, mencetak sejarah baru karena selangkah lagi berhasil mendamaikan pemerintahannya dengan para pemberontak Muslim di selatan negara tersebut. Kedua kubu, pemerintah dan pemberontak, telah sengit berkonflik selama 40 tahun yang menewaskan lebih dari 120.000 orang.

Diberitakan Reuters, Minggu 7 Oktober 2012, kedua pihak sepakat untuk menandatangani perjanjian damai dan kerja sama yang akan dilangsungkan 15 Oktober mendatang, disaksikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, sebagai pihak penengah. Dalam perjanjian damai, tercantum kesepakatan pembentukan wilayah otonomi Bangsamoro di Mindanao.

Di wilayah ini tinggal minoritas Muslim di negara yang sebagian besarnya penganut Kristen Katolik. Bangsamoro adalah sebutan untuk orang Muslim dan kelompok minoritas non-Muslim di wilayah ini. Rencananya, pembentukan otonomi akan rampung sebelum masa jabatan Aquino habis pada 2016.

Kesepakatan damai ini juga merupakan titik puncak dari perundingan yang melelahkan selama 15 tahun antara pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), dimediasi oleh Malaysia. Kesepakatan diperoleh dalam perundingan di Kuala Lumpur.
"Kesepakatan ini menciptakan entitas polisi baru dan layak diberikan nama yang melambangkan, serta merupakah penghormatan pendiri bangsa di Mindanao, sekaligus juga merayakan sejarah dan karakter bangsa. Nama itu adalah Bangsamoro," kata Aquino.

Dengan pembentukan daerah otonomi Bangsamoro, masyarakat Muslim di wilayah ini akan memiliki banyak keuntungan. Di antaranya adalah mendapatkan lebih banyak bagian dari laba perdagangan minyak, gas dan mineral di Mindanao yang jumlahnya diperkirakan mencapai US$312 miliar.

Selain itu, Muslim Mindanao akan memiliki porsi lebih besar dalam berpolitik dan meningkatkan perekonomian negara, serta keamanan nasional. Dalam kerangka kesepakatan, akan dibentuk 15 anggota Komisi Transisi, yang hingga 2015 akan membuat draf hukum yang menggantikan wilayah otonomi sekarang dengan entitas baru, Bangsamoro.

"Kerangka kerja sama sama ini membuka jalan bagi perdamaian yang berkesinambungan di Mindanao. Ini akan menghentikan perjuangan untuk merdeka dari MILF. Artinya, tangan-tangan yang biasanya memikul senjata kini akan digunakan untuk membajak lahan, menjual panen, bekerja di perkantoran, dan membuka jendela bagi kesempatan-kesempatan," ujar Aquino. (art)

sumber:

Maher Zain Gelar Konser di Indonesia Lagi


Hima Sejarah UR, Pekanbaru | Kabar gembira bagi penggemar Maher Zain di Indonesia, untuk kedua kalinya Maher Zain akan menggelar Kosernya di sejumlah kota besar di Indonesia. Maher Zain bakal menggelar konsernya di Surabaya (30/10), Bandung (5/10), Jakarta (7/10), Serta Banda Aceh (10/10) mendatang.

Maher Zain menuturkan baginya bisa kembali ke Indonesia adalah hal yang mengembirakan. Ia menyukai respon penonton di Indonesia
"Rasanya senang sekali (kembali ke Indonesia) karena respon (konser) yang pertama luar biasa. Saya sangat menyukai respon penonton di Indonesia, 'I love the crowd in Indonesia'," Maher mengatakan dalam round table interview, Senin (1/10) siang.

Dalam konser keduanya di Indonesia nanti, Maher Zain kembali  ditemani dua musisi, Irfan Makki dan Fadly "Padi". Ditanya tentang pemilihan keduanya, Maher Zain mengatakan Irfan adalah musisi yang telah banyak membantunya. 

"Karena Irfan Makki juga satu label dengan saya, dan kalau Fadly itu adalah teman baik saya. Dalam konser, kita biasanya memang melibatkan satu internasional dan satu artis lokal," sebut Maher Zain dalam kesempatan Round Table Interview, Senin (1/10) siang. 

Tidak hanya Irfan dan Fadly, Maher Zain juga membawa kru yang berjumlah 15 orang. Mereka akan mengiringi Maher Zain membawakan lagu dari album keduanya, Forgive Me. 

"Total kita akan nyanyiin 21 lagu. Di setiap kota jumlah lagunya sama dalam durasi konser sekitar 1,5 jam," Maher Zain mengatakan.
Sumber :
ROL Indonesia 

Pecundangi AS, Tentara Vietkong Belajar Dari Buku AH Nasution



Ada hal yang menarik dari sejarah mengenai peperangan Vietnam. Perang yang terjadi selama kurang lebih 8 tahun ini tercatat sebagai kegagalan terbesar Amerika Serikat dalam menaklukkan sebuah negara.

Bayangkan saja, dengan persenjataan yang lengkap dan suplai materi yang berkesinambungan tidak serta merta membuat negara adidaya ini berhasil menghancurkan tentara Vietkong dan North Vietnam Army (NVA). Sebaliknya AS, justru AS yang harus kembali pulang ke kampungnya dengan kekalahan.

Menurut catatan, setidaknya ada sekitar 58 ribu tentara AS yang dinyatakan tewas dalam peperangan tersebut. 1.000 tentara dinyatakan hilang dan 150 ribu lainnya terluka.

Dalam peperangan yang berlangsung selama tahun 1965 hingga 1973 ini, tentara AS dibuat kerepotan. Tenaga mereka dikuras, mental mereka diperas, dan dana miliaran dolar pun dibuat amblas.

Yang menarik, salah satu kunci keberhasilan tentara Vietkong dan NVA mempecundangi tentara AS adalah dengan meniru praktik gerilya yang dilakukan oleh TNI semasa perang kemerdekaan Indonesia. Bahkan para komandan Vietkong disebut mempelajari taktik gerilya ini lewat buku yang dikarang oleh mendiang pahlawan revolusi, Jenderal Abdul Haris (AH) Nasution.

Buku yang berjudul 'Pokok-pokok Perang Gerilya' ini dibuat oleh Jenderal AH Nasution setelah berhasil mengatasi Agresi Militer Belanda II tahun 1949. Saat itu, AH Nasution dan Jenderal Sudirman melakukan siasat berperang non frontal. Mereka bertahan di hutan dan pegunungan, mengepung wilayah perkotaan yang dikuasai tentara Belanda.

   
Jenderal AH Nasution menuliskan seluruh pengalaman perangnya dalam buku 'Pokok-pokok Gerilya'.


Siasat inilah yang kemudian dijalankan tentara Vietnam selama bertahun-tahun. Mereka berperang dengan kesabaran. Menyerang patroli-patroli tentara AS, menyerang pos-pos militer, hingga menanam ranjau di hutan. Mental tentara AS benar-benar diuji harus berperang bertahun-tahun dalam hutan. Vietkong sukses mengubah hutan Vietnam menjadi neraka hijau.

Dalam buku tersebut, AH Nasution menjelaskan secara lengkap mengenai strategi perang gerilya, lengkap dengan berbagai tantangannya. Bahkan konon buku ini pada akhirnya ikut dipelajari oleh Amerika Serikat.

Hal itu diamini oleh Mayjen Purnawirawan Tb Hasanuddin yang ditemui media. "Buku itu mengajarkan inti perang gerilya. Intinya bagaimana yang tidak punya kekuatan, senjata dan lemah menghancurkan kekuatan yang kuat dan memiliki persenjataan lengkap," katanya seperti yang dikutip Merdeka.com.

Pada akhirnya AS menyerah. Dari yang awalnya superior menjadi sangat inferior. Puncaknya terjadi pada tanggal 29 Maret 1973, pasukan terakhir Amerika Serikat meninggalkan Vietnam Selatan. Tak lama kemudian Saigon jatuh ke tangan Tentara Utara.
(as/opnsrc/merdeka)

Link:

Pulau Ubi, Tempat Eksekusi dan Makam Kartosoewirjo Telah Tenggelam

Pulau Ubi yang tenggelam (Foto: Rasyid/detikcom) 

Jakarta Tiang besi setinggi 2 meter menyembul dari permukaan laut di tengah-tengah gugusan Kepulauan Seribu. Namun, speed boat tidak berani mendekat ke tiang besi itu. "Kalau mendekat, kita kena karang, karena besi itu ditancapkan di Pulau Ubi yang sudah tenggelam," kata nakhoda speed boat, Abdullah.

Pulau Ubi menjadi pembicaraan, karena pulau ini ternyata menjadi tempat eksekusi mati Imam DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Fakta baru tempat eksekusi regu penembak terhadap Kartosoewirjo ini dituangkan dalam buku 'Hari Terakhir Kartosoewirjo' yang ditulis Fadli Zon, pengamat politik yang kini menjadi politisi Partai Gerindra.

Di dalam buku Fadli Zon itu, dipaparkan 81 foto eksklusif proses eksekusi Kartosoewirjo. Foto-foto itu jelas sekali memperlihatkan hal-hal baru terkait eksekusi mati Kartosoewirjo. Salah satunya, bahwa eksekusi mati dilakukan tim regu tembak di Pulau Ubi, bukan Pulau Onrust sebagaimana informasi selama ini.

Fadli Zon yang saat ini menjadi kolektor benda-benda bersejarah itu tidak mau menceritakan dari mana foto-foto eksklusif itu ia dapatkan. Yang jelas, foto-foto ini merupakan fakta baru tentang eksekusi Kartosoewirjo dan makamnya.

Senin (10/9/2012), detikcom mencoba menelusuri Pulau Ubi itu. Di dalam peta Google, sebenarnya ada dua pulau Ubi, yaitu Pulau Ubi Besar dan Pulau Ubi Kecil. Kedua pulau itu terletak berdekatan. Namun, berdasarkan penelusuran detikcom, eksekusi Kartosoewirjo itu dilakukan di Pulau Ubi Besar.

Berangkat dari Dermaga Marina 6, Ancol, Jakarta Utara, sekitar pukul 09.00 WIB, speed boat membawa detikcom membelah lautan menuju Pulau Ubi. Di tengah gelombang yang cukup besar, speed boat bergerak ke arah utara. Setelah melewati Pulau Kelor dan Bidadari, speed boat sampai di Pulau Ubi. Perjalanan dari Ancol menuju Pulau Ubi sekitar 20 menit.

Abdullah mengurangi laju speed boatnya beberapa puluh meter menjelang tiang besi yang sudah berkarat itu dan berhenti. Dia tidak berani mendekatkan speed boatnya lagi ke tiang itu karena dangkal, banyak karang. "Ini pulau Ubi yang sudah tenggelam sejak beberapa tahun lalu," ujar Abdullah yang sudah mengemudikan kapal ke gugusan Pulau Seribu sejak belasan tahun lalu itu.

Tak banyak yang bisa dilakukan oleh detikcom di pulau Ubi yang tenggelam ini, kecuali hanya mengabadikan kawasan itu dengan kamera. Setelah itu, Abdullah menjalankan speed boatnya lagi dengan mengitari pulau yang sudah tenggelam itu. Dengan mengitari pulau itu, diketahui bahwa pulau Ubi Besar ini tidak begitu luas.

Penelusuran detikcom, sebenarnya Pulau Ubi Besar ini dihuni oleh sejumlah orang hingga awal tahun 1950-an. Namun, mereka kemudian pindah ke pulau-pulau di sekitarnya karena gangguan nyamuk yang dahsyat. Namun, meski sudah pindah, mereka tetap saja sesekali menepi ke pulau itu saat mencari ikan.

H Yahya, warga yang pernah tinggal di Pulau Ubi Besar membenarkan foto Pulau Ubi yang ada di buku Fadli Zon itu. "Ya ini Pulau Ubi Besar. Saya tinggal di sana hingga beberapa tahun setelah Indonesia merdeka," kata Yahya saat ditemui detikcom di sebuah pulau di gugusan Kepulauan Seribu itu.

Menurut dia, setelah ditinggal warga, Pulau Ubi menjadi pulau tak berpenghuni. Namun, di pulau itu masih berdiri makam-makam leluhur warga setempat. "Banyak makam leluhur kami di sana. Sesekali kami juga ziarah sebelum pulau itu tenggelam," kata Yahya yang juga pernah tinggal di Pulau Kelor itu.

Saat ditanya apakah dia tahu bahwa Kartosoewirjo dieksekusi mati di pulau Ubi Besar pada tahun 1962, Yahya mengaku tidak tahu. Memang dulu sempat ada isu mengenai hal itu, namun kata dia, kemudian tidak ada kejelasannya. Isu itu menguap begitu saja.

Lantas, kapan pulau itu tenggelam? Yahya yang kini sudah berusia senja tapi masih enerjik membuat bale-bale dari bambu itu memperkirakan pulau itu tenggelam sekitar tahun 1980-an. "Pulau itu tenggelam, karena tanahnya dikeruk untuk membangun Bandara Cengkareng (Soekarno-Hatta)," ungkap Yahya.

sumber:
http://news.detik.com/read/2012/09/11/071453/2014249/10/pulau-ubi-tempat-eksekusi-dan-makam-kartosoewirjo-telah-tenggelam?991104topnews

Upacara Pembukaan 2,5 Jam, PON XVIII Resmi Dimulai


Pekanbaru - Upacara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII berlangsung selama 2,5 jam di Stadion Utama Riau, Selasa (11/9/2012) malam. Event olahraga terbesar di tanah air ini pun resmi dimulai.

Acara dimulai pada pukul 19.30 WIB, ditandai dengan sebuah tarian pencak silat, dan dilanjutkan dengan tari-tarian lain yang bernuansa Melayu. Opening ceremony ini berjudul "Dalam Kasih Sayang Air".

Setelah itu acara dilanjutkan dengan parade kontingen 33 provinsi. Tampil pula beberapa atlet yang pernah mengikuti PON pertama tahun 1948, lalu kontingen wasit dan ofisial pertandingan.

Ketua PB PON yang juga gubernur Riau, Rusli Zainal, lalu memberikan sambutan selama kurang lebih 20 menit. Di sela-sela dia berpidato, seorang petugas paskibra putri, yang memandu tim Maluku Utara, terjatuh dan pingsan, dan adegan itu terekam kamera televisi.

Sehabis Rusli menyelesaikan sambutannya, pembawa acara meminta kontingen yang berada di tengah lapangan untuk segera kembali ke barisan masing-masing. Selama menunggu pidato yang cukup lama itu banyak mereka yang duduk-duduk, memainkan handphone, foto-foto, dan sebagainya.

Pada pukul 21.25 WIB Presiden SBY naik ke podium. Berbeda dengan gubernur, Presiden memberi sambutan yang singkat, hanya sekitar enam menit.

"Selamat datang, selamat bertanding, dan selamat menyaksikan pertandingan kepada para atlet, ofisial, wasit, dan suporter yang datang dari seluruh tanah air," demikian SBY mengawali pidatonya.

"Selamat bertanding, jaga semangat sportivitas, raih prestasi setinggi-tingginya, pecahkan rekor nasional bahkan internasional. Jadikanlah PON sebagai wahana untuk menunjukkan prestasi terbaik. Capailah dengan tetap menjaga semangat kebersamaan dan persaudaraan."

Presiden menyudahi pidatonya dan membuka secara resmi perhelatan ini dengan menekan tombol alarm.

Sesi dilanjutkan dengan prosesi penyulutan api PON yang dibagi ke dalam beberapa termin. Saat drama api diangkut dengan perahu, “presiden penyair” Sutardji Calzoum Bachri membacakan puisi ciptaannya yang berjudul “Kukalung”.

Api lalu diserahkan kepada penunggang kuda berpakaian serba putih, yang berperan sebagai pahlawan dari Riau, Tuanku Tambusai, untuk kemudian dibawa ke atas panggung, di mana mantan atlet binaraga Riau, Zamri Bachtiar, menunggu untuk menyulutkan api ke kaldron.

Zamri mengambil api dengan sebuah tombak. Lalu ia ditarik ke atas, menyamai tinggi kaldron di sampingnya. Setelah itu ia melemparkan tombak ke arah kaldron. Tombak meluncur tidak ke puncak kaldron, tapi kaldron tetap mengeluarkan api besar dan menyala.

Prosesi itu menutup rangkaian upacara pembukaan PON XVIII, yang akan berlangsung sampai 20 September 2012.

sumber:
http://sport.detik.com/read/2012/09/11/223829/2015356/1445/upacara-pembukaan-25-jam-pon-xviii-resmi-dimulai?9911012

Menteri Jepang Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri.

Hima Sejarah UR - Tokyo, Seorang menteri Jepang ditemukan tewas di rumahnya hari ini. Polisi menduga menteri tersebut bunuh diri.

Tadahiro Matsushita, Menteri Jasa Keuangan tersebut meninggal pada umur 73 tahun. Menurut siaran publik NHK seperti dilansir AFP, Senin (10/9/2012), menteri tersebut ditemukan tak bernyawa di kediamannya di Tokyo, ibukota Jepang. Dia pun dilarikan ke rumah sakit dan dipastikan meninggal dunia.

Menurut sumber kepolisian seperti dikutip media Kyodo News dan Jiji Press, Matsushita diyakini telah menghabisi nyawanya. Namun tidak disebutkan detail bunuh diri yang dilakukan pejabat Jepang tersebut termasuk penyebab kematiannya.

Juga belum jelas motif perbuatannya ini.

Matsushita juga menjabat menteri negara yang bertanggung jawab atas reformasi pos. Dia dipilih menggantikan Menteri Jasa Keuangan Shozaburo Jimi yang mundur dari kabinet beberapa bulan lalu.

sumber:

Selamat Datang Di PON Riau 2012

Gelanggang Remaja Pekanbaru, Riau. Merupakan salah satu kebanggan Masyarakat Riau untuk penyelenggaraan PON XVIII. Gelanggang ini akan menjadi veneu pertandingan Bulu Tangkis.

Setelah mata kita dimanjakan berbagai macam petandingan di Arena Olimpiade di London, mari kita sejenak beranjak ke Riau untuk menyaksikan Pertandingan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII. Pada ajang PON kali ini panitia menyelenggarakan sejumlah pertandingan sebanyak kurang lebih 43 cabang olahraga.

Pekan Olahraga Nasional (PON) telah menjadi agenda rutinitas Nasional sekali empat tahun. Sejak pertama kali PON dilaksanakan di kota Surakarta (8 September - 12 September 1948), event empat tahunan tersebut akan dimulai tanggal 9 September - 20 September 2012 mendatang akan menjadi penyelanggaraan PON ke XVIII.

Secara jujur harus kita akui, dari segi standar penyelenggaraan PON, infrastruktur olahraga terbaik memang masih terpusat di kota-kota di Jawa. Karena itu, wajar jika prestasi PON kali ini pun masih dipegang secara berturut-turut oleh kontingen DKI Jaya, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Setidaknya inilah peringkat perolehan medali pada PON kali ini.

Terlalu berlebihan juga mengharapkan prestasi kelas dunia lahir dari PON Pekanbaru. Terlebih, penyelenggaraan kali ini harus diwarnai dengan skandal suap. Konsep minimalis yang diusung Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) pada perhelatan PON ke-18, merupakan cermin kegagalan pemerintah pusat dan PB PON. Kegagalan itu karena ulah koruptor yang cuma menganggap ajang olahraga, khususnya PON, sebagai proyek. Belum sepenuhnya venue yang selesai, membuat persiapan atlet terganggu dan PON ke-18 bakal terlaksana seadanya.

Kita sepakat bahwa PON sangat penting untuk mengukur prestasi olahraga nasional. Tetapi, di luar itu semua, yang tidak kalah penting dari event empat tahunan ini adalah sebagai ajang kerukunan nasional. Memang, berbicara soal PON pasti bicara persaingan, tetapi juga tidak boleh mengabaikan kebersamaan. Bingkainya sudah jelas: kebangsaan. Ada proses saling belajar antara satu provinsi dan provinsi lain. Di sini kita juga belajar bagaimana semangat multikultur dipraktikkan.

Kendati miskin prestasi untuk ukuran dunia, PON XVIII tetap saja membangkitkan sentimen kekitaan. Sebagai tontonan, dia telah menyedot sebuah kekuatan besar yang menggumpal. Para atlet yang bertanding atas nama provinsi membangkitkan semangat kekitaan daerah. Mereka bertanding dan saling mengalahkan untuk kemudian melambungkan tinggi-tinggi kebanggaannya sebagai atlet provinsi.


AYO DUKUNG ATLET DARI PROVINSI KITA
 Tabel tuan rumah dan juara PON sejak 1948. wikipedia.org

 Data PON Ke-XVII Pekanbaru, Riau

 Sebanyak 945 atlet DKI Jakarta yang akan berlaga di pentas Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, dilepas di Balai Kota Jakarta, Sabtu (1/9).MI/GRANDYOS ZAFNA

Gubernur Riau Rusli Zainal (tengah) masuk ke dalam gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rasuna Said, Jakarta, Kamis (30/8). Rusli Zainal diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan suap Revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penambahan Biaya Arena Menembak PON Riau.MI/SUSANTO


Sumber:
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=16261895

http://www.mediaindonesia.com/webtorial/tanahair/?bar_id=MzQ0OTg0

http://www.mediaindonesia.com/webtorial/tanahair/?bar_id=MzQzNTMz
 

'Jika Penonton Harus Beli Tiket, Kontingen Tuan Rumah Bisa Rugi'



Pekanbaru - Setelah acara pembukaan PON dipungut biaya, pertandingan-pertandingan di cabang olahraga (cabor) tertentu kini juga akan diberlakukan tiket menonton. Hal itu dinilai justru akan merugikan kontingen tuan rumah sendiri.

PB PON akan mewajibkan penonon membayar tiket masuk di pertandingan-pertandingan pada cabor favorit dengan alasan membatasi jumlah penonton yang membludak.

Kebijakan tersebut mendapat sorotan dari Fanni, pelatih tim renang Riau. Menurut dia, untuk menonton tetap digratiskan karena itu bisa menambah animo menonton masyarakat yang tentunya menguntungkan buat tim tuan rumah.

“Kalau untuk urusan pembukaan kita tidak mengurusi hal itu. Tapi yang terpenting setiap cabor sampai hasil final mestinya digratiskan. Karena dengan demikian, otomatis kontingen Riau mendapat dukungan penuh dari masyarakat sebagai tuan tumah,” kata Fanni dalam obrolan dengan wartawan, Sabtu (8/9/2012).

“Intinya semua atlet kemanapun akan bertanding pasti sudah siap untuk berlaga. Tapi perlu dingingat juga, bahwa dukungan suporter itu juga perlu. Kalau untuk menonton saja harus bayar, tentunya itu mengurangsi jumlah pengunjung di sejumlah venue,” sambung atlet yang pernah meraih beberapa emas di PON dan SEA Games itu.

Fanni meminta kebijakan itu dipertimbangkan lagi. Soalnya hampir di setiap pelaksanaan PON, selalu saja tuan rumah mengerahkan warganya untuk memberikan dukungan pada kontingennya.

“Kalau sekarang harus disuruh bayar, walaupun katengan untuk perempat final, jelas itu merugikan Riau selaku tuan rumah. Kita berharap sebaiknya masalah pungutan penonton untuk tinjau ulang, demi semangat atlet bersama pendukungnya selaku tuan rumah,” demikian Fanni.

sumber:
http://sport.detik.com/read/2012/09/08/121734/2011962/1445/jika-penonton-harus-beli-tiket-kontingen-tuan-rumah-bisa-rugi

Inilah 46 Parpol yang Mendaftar di KPU untuk Pemilu 2014



Jakarta KPU sudah menutup pendaftaran partai politik (Parpol) yang tertarik mengikuti Pemilu 2014. Tercatat ada 46 parpol yang berminat bertarung dalam pesta demokrasi terbesar bangsa ini.


46 Parpol tersebut akan diverifikasi oleh KPU untuk diketahui apakah berkasnya sudah lengkap. Berikut ini dafar 46 parpol tersebut yang diperoleh detikcom dari KPU, Jumat (7/9/2012).
1. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)
2.Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
3.Partai Pemuda Indonesia (PPI)
4.Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
5.Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI)
6. Partai Kongres
7. Partai Serikat Independen (SRI)
8. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
9. Partai Indonesia Sejahtera (PIS)
10. Partai Bulan Bintang (PBB)
11. Partai Pemersatu Bangsa (PPB)
12. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
13. Partai Amanat Nasional (PAN)
14. Partai Golongan Karya (Golkar)
15. Partai Karya Republik (Pakar)
16. Partai Nasional Republik (Nasrep)
17. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
18. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
19. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)
20. Partai Buruh
21. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
22. Partai Pelopor
23. Partai Republik Indonesia
24. Partai Demokrat
25. Partai Damai Sejahtera (PDS)
26. Partai Republika Nusantara (Republikan)
27. Partai Islam
28. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme)
29. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
30. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
31. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI)
32. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)
33. Partai Aksi Rakyat (PAR)
34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)
35. Partai Merdeka
36. Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB)
37. Partai Republik
38. Partai Kedaulatan
39. Partai Persatuan Nasional (PPN)
40. Partai Patriot
41. Partai Bhineka Indonesia
42. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)
43. Partai Barisan Nasional (Barnas)
44. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK Indonesia)
45. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah (PPNUI)
46. Partai Matahari Bangsa (PMB)


sumber:
http://news.detik.com/read/2012/09/07/200455/2011749/10/inilah-46-parpol-yang-mendaftar-di-kpu-untuk-pemilu-2014%22

Jasad Neil Armstrong Akan Dilarung ke Laut

Alih-alih ke luar angkasa, ia meminta jasadnya dilarung ke laut lepas.

Neil Armstrong, manusia pertama yang menjejakkan kaki di Bulan menegaskan jati dirinya sebagai anggota korps Angkatan Laut sejati. Alih-alih ke luar angkasa, ia meminta jasadnya dilarung ke laut lepas.

"Itu adalah wasiatnya," kata juru bicara keluarga, Rick Miller, seperti dimuat USA Today.

Seperti apa detail pemakamannya, tidak dirilis, atau mungkin tak akan pernah. Angkatan Laut AS mengonfirmasi, mereka akan menyelenggarakan upacara pelepasan. Namun, demi privasi keluarga mendiang, mereka tidak mengungkap kapan, di mana, dengan kapal apa pemakaman akan dilakukan. Juga pertanyaan besar, apakah seluruh jasad Armstrong yang dilarung, atau hanya abunya.

Bahwa Armstrong adalah pelaut, melampaui segala ketenarannya sebagai penjelajah angkasa juga diungkap rekan sesama astronot sekaligus sahabatnya, Jim Lovell. "Ia pelaut sejati," kata dia.

Karier Armstrong di Angkatan Laut dimulai pada 1947, saat ia mendaftar ke Naval ROTC dan kuliah di Purdue University di India. Sejak itu, banyak peristiwa penting berkaitan dengan laut dalam hidupnya.

Pada 1950, di usia 20 tahun, ia ditempatkan di kapal induk USS Essex, sekitar 100 mil dari Teluk Wosan di Laut Jepang. Ia terbang dalam 78 misi tempur.

Pada Maret 1966, meski sukses terbang dengan pesawat luar angkasa Gemini 8, pendaratannya berlangsung sangat mengerikan. Tiga parasutnya belum terbuka, saat dia tercemplung di Samudera Pasifik.

Sementara itu, pada Juli 1969, setelah berhasil mencapai Bulan, ia dan rekan-rekannya juga menceburkan diri di Samudera Pasifik, sebelum akhirnya dijemput dengan USS Hornet. "Ini menunjukkan bagaimana ia tahu hidupnya paripurna," ujar Lovell. "Memahami bagaimana kerjanya diselesaikan."

Meski serba tertutup, seperti kebiasaan dalam Angkatan Laut, upacara pemakaman tetap menggunakan peti mati. Akan ada dia, tembakan ke udara, penghormatan, sebelum papan penyangga dimiringkan dan peti mati jatuh
perlahan ke samudera. Cara yang sama dilakukan untuk jasad yang dikremasi atau masih utuh.

Dan, apa yang dimau Armstrong tidaklah nyeleneh. Angkatan Laut AS melakukan sekitar 900 pemakaman serupa tiap tahun. "Ini bukan hal yang aneh, seperti yang Anda pikirkan," kata Juru Bicara Angkatan Laut, Ed Ziegler.

Sementara itu, upacara pelepasan Armstrong untuk publik akan diselenggarakan pada 13 September 2012, di Washington National Cathedral. Sederet tokoh penting dan para astronot NASA akan berkumpul. Melepas "Sang Pahlawan Besar" --julukan yang diberikan Presiden AS, Barack Obama.

sumber:
http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/349736-jasad-neil-armstrong-akan-dilarung-ke-laut 

Tjokroaminoto yang Membuka Jalan Kartosoewirjo pada Pergerakan Islam


DETIK.COM - Jakarta Di zamannya, Tjokroaminoto merupakan panutan anak muda saat itu. Mulai dari Soekarno, Semaun, hingga Kartosoewirjo berguru kepadanya. Pemimpin Syarikat Islam, organisasi terbesar saat itu pun banyak menelurkan tokoh-tokoh besar di Indonesia.

Fadli Zon dalam buku 'Hari Terakhir Kartosoewirjo' seperti dikutip detikcom, Jumat (7/9/2012) menulis Tjokroaminoto saat itu disebut Belanda sebagai 'Raja Jawa Tanpa Mahkota'.

Kartosoewirjo yang kemudian menjadi imam DI/TII, memulai kariernya dengan menjadi sekretaris pribadi Tjokroaminoto sekitar tahun 1927. Kartosoewirjo sering menemani perjalanan politik Tjokroaminoto keliling Jawa.

"Tjokroaminoto adalah guru politik dan mentor Islamisme Kartosoewirjo," tulis Fadli Zon.

Pada 1929, Kartosoewirjo berhenti karena sakit. Dia pun pindah dan tinggal bersama mertuanya di Malangbong, Garut. Kartosoewirjo sudah menikah dengan Dewi Siti Kalsum, yang juga putra tokoh PSII Ardiwisastra.

Kemudian, Kartosoewirjo pun belajar agama kepada Notodiharjo, tokoh Islam modern. Dia juga belajar pada sejumlah ulama di Bandung dan Tasikmalaya.

"Ia juga belajar agama Islam dari buku-buku asing, dan mendalami Alquran dan hadist dari kitab berbahasa Belanda," tulis Fadli.

Selama aktif di pergerakan Islam, seperti koleganya Soekarno, Kartosoewirjo pun kerap mengenyam dinginnya sel penjara. Kartosoewirjo juga pernah menjadi sekretaris umum PSII, kemudian pimpinan koran harian Fadjar Asia. Saat Jepang masuk Indonesia, Kartosoewirjo juga aktif dalam MIAI (Madjlis Islam 'Alaa Indonesia). Di organisasi itu, Kartosoewirjo memberikan pendidikan pelatihan kemiliteran.

"Lulusan pelatihan itu banyak yang akhirnya memasuki organisasi gerilya Islam, seperti Hizbullah dan Sabilillah yang kemudian menjadi Tentara Islam Indonesia," tulis Fadli.

Hingga kemudian setelah Perjanjian Renville, Kartosoewirjo bersama pasukan Tentara Islam Indonesia yang di bawah komandonya memutuskan memisahkan diri. Pada 1949 dia pun memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia.

Saat itu Jawa Barat memang tengah ditinggalkan TNI sesuai isi perjanjian Renville, merujuk kepada perjanjian Linggarjati, wilayah Indonesia hanya Jawa, Sumatera, dan Madura.

SUMBER:
http://news.detik.com/read/2012/09/07/145847/2011361/10/tjokroaminoto-yang-membuka-jalan-kartosoewirjo-pada-pergerakan-islam?9911012 

Dahlan Iskan Bikin Kaos Antikorupsi

Dahlan Iskan

TEMPO.CO, Jakarta - Bukan Dahlan Iskan namanya kalau aksinya tidak menggegerkan publik. Setelah menumpang kereta rel listrik, menjadi petugas pintu tol, dan mengendarai mobil listrik, Menteri Negara BUMN itu Jumat 7 September 2012 ikut melakukan kampanye antikorupsi.

Kampanye ini tidak dilakukan Dahlan dengan membuka suara, melainkan melalui tulisan pada kaos yang dikenakannya. Saat melakukan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Jasa Marga, PT Kawasan Berikat Nusantara serta PT Pelindo II Dahlan tampak memamerkan kaos barunya itu.

Kaos yang menutupi kemeja putih lengan panjang yang dikenakan Dahlan Iskan bertuliskan ''Buanglah Koruptor Pada Tempatnya''. "Ini kaos buatan sendiri," kata Dahlan seusai acara penandatanganan MoU itu di Jakarta, Jumat 7 September 2012.

Ide atas desain kaos tersebut, diaku Dahlan diperoleh ketika sedang di luar negeri. Dia meniru kaos untuk kampanye peduli lingkungan.

Dari situlah Dahlan mendapat ide untuk membuat kasus serupa dengan pesan yang menyinggung koruptor. Pada bagian depan kaos yang bertuliskan ''Buanglah Koruptor Pada Tempatnya'' itu terdapat gambar empat tong sampah dengan ilustrasi ada seseorang yang dibuang ke salah satu tong sampah.

Sementara di bagian punggung kaos tersebut terdapat tulisan ''Perangi Korupsi!!!! Mari Bangun Gedung KPK''. Ketika ditanya, bagaimana cara membeli dan berapa harga kaos tersebut, Dahlan mengatakan, "Berminat? Nanti saya kasih."

sumber:
http://www.tempo.co/read/news/2012/09/07/219428017/Dahlan-Iskan-Bikin-Kaos-Antikorupsi

Foto Eksekusi Kartosoewirjo Sempat Hendak Dimiliki Orang Jerman



Jakarta Foto-foto eksekusi Kartosoewirjo, imam DI/TII merupakan bagian sejarah bangsa Indonesia. Melalui foto itu terkuak sejumlah fakta yang tak terbantahkan. Kartosoewirjo diperlakukan dengan baik dan jasadnya dikuburkan di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu.

Namun di balik kisah foto itu, hingga muncul di buku Fadli Zon berjudul 'Hari Terakhir Kartosoewirjo' terungkap cerita lika-liku yang tak gampang. Awalnya, sang kolektor yang memiliki foto, ingin menjualnya ke orang Jerman sebelum akhirnya dibeli Fadli Zon.

"Saat ditawarkan, mulanya ada seorang dari Jerman yang ingin memiliki foto Kartosoewirjo tersebut," tulis Fadli dalam bukunya seperti dikutip detikcom, Kamis (6/9/2012).

Namun Fadli Zon bersikeras untuk bisa mendapatkan foto itu. Akan lebih berharga bila foto itu dimiliki orang Indonesia dan dimanfaatkan di dalam negeri, tidak dibawa ke Eropa.

"Setelah saya yakinkan kolektor yang memilikinya, dokumentasi foto ini lebih bermanfaat jika disimpan di perpustakaan saya, Fadli Zon Library. Akhirnya koleksi foto bersejarah itu jatuh ke tangan saya," jelas Fadli.

Total foto itu ada 81 buah. Secara detail dan lengkap mengambil proses eksekusi Kartosoewirjo sejak berkumpul dengan keluarga hingga tewas ditembak dan dikuburkan. Diduga yang mengambil foto itu tentara pada sekitar September 1962 saat eksekusi dilakukan.

sumber:
http://news.detik.com/read/2012/09/06/142525/2010114/10/foto-eksekusi-kartosoewirjo-sempat-hendak-dimiliki-orang-jerman%22

Saya Bukan Gubernur PKI


Memasuki  tahun 1965 suhu politik Indonesia memanas. Henk Ngantung ikut dituding terlibat Partai Komunis Indonesia (PKI). Hal itu membuat Henk resah. Ia pun mencurahkan semua kegundahannya pada sang istrinya. Evi menyebut, Henk heran karena dikaitkan pada partai berlambang palu dan arit itu.

"Heran saya. Orang-orang selalu ribut mengenai saya. Saya kan gubernur DKI bukan gubernur PKI," ujar Evi menirukan kalimat almarhum suaminya.

Menurut Evi, saat itu santer isu beredar keterlibatan suaminya karena Henk tidak bersedia membantu PKI. Kabar pencopotan Henk dari posisi orang nomor satu di pemerintahan DKI datang kala ia mengunjungi Gubernur Wina, Austria. Alasan pencopotan karena ia disangka terlibat menjadi anggota Lembaga Kebudayaan Rakyat(Lekra), sebuah organisasi sayap dari PKI.

"Waktu itu Pak Henk lagi di Wina bertamu ke Gubernur di Wina. Dapat berita diberhentikan (dari) yang menjabat presiden waktu itu," kata Evi.

Sebetulnya, ada kabar yang mengatakan Henk akan diangkat menjadi duta besar. Namun kabar tersebut meredup seiring situasi politik yang memanas. Harapan kian pupus kala Bung Karno dikabarkan ikut 'diasingkan'.

15 Ribu Orang Tidak Bisa Memaafkan Olga Syahputra

Hima Sejarah UR - Yahoo Indonesia | 15 Ribu Orang Tidak Bisa Memaafkan Olga Syahputra - Olga kembali membuat sibuk Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Akibat lelucon Olga yang dianggap berbau SARA, pihak Front Pembela Islam (FPI) melaporkan presenter program televisi Dahsyat itu ke KPI.

Artis yang sempat digosipkan menjalin hubungan mesra dengan Jessica Iskandar itu dinilai melecehkan ucapan salam yang biasa digunakan umat muslim. Kejadiannya terjadi saat dirinya tampil di acara Pesbukers pada Selasa (19/6). Olga terkesan menyamakan kalimat Assalammu'alaikum sebagai ucapan yang selalu digunakan pengemis.

"Lu Assalammu'alaikum terus ah, kayak pengemis lu," demikian yang dikatakan Olga ketika ada seorang penonton yang menelpon ke acara tersebut dalam sebuah sesi tanya jawab.

Meski banyak yang dibuat tertawa oleh Olga, tidak sedikit pula yang merasa bahwa bercandaan Olga tidak pantas. Bukan sekali ini saja lelucon yang dilontarkan Olga berbuntut masalah. Olga pun pernah membuat lelucon dari seorang korban pemerkosaan di angkot saat tampil di Dekade pada 16 Desember tahun lalu. Kejadian itu mengakibatkan Olga dilaporkan ke KPI oleh Lentera Indonesia yang merasa bercandaan Olga menyinggung perasaan korban pemerkosaan.

Masalah beres setelah Olga meminta maaf kepada Lentera Indonesia, dan KPI 'hanya' meminta Olga untuk bersikap hati-hati ketika mengucapkan kalimat dalam setiap leluconnya di layar kaca. Sayang sekali laporan dari Lentera Indonesia dan wejangan KPI hanya menjadi angin lalu untuk Olga Syahputra.

Pada Senin (25/6), Yahoo! OMG membuat sebuah jajak pendapat, "Sekian kali bercanda melebihi batas, apakah Olga masih bisa dimaafkan?". Hasilnya cukup mengejutkan.
Sampai tulisan ini diturunkan, dari 18.424 pembaca Yahoo! yang sudah mengikuti jajak pendapat ini, sekitar 15 ribu orang atau 83 persen dari mereka menyatakan TIDAK BISA MEMAAFKAN Olga Syahputra. Sementara sisanya, atau 17 persen di antara mereka MASIH MEMAAFKAN pelantun lagu "Hancur Hatiku" itu.

Seorang pembawa Yahoo!, Dedi, berkomentar bahwa jenis lawakan Olga termasuk konyol dan tidak mendidik. Pernyataannya itu didukung 144 jempol atas. Hanya dua jempol bawah yang tidak mendukung komentarnya tersebut.


Lain halnya dengan pembaca Yahoo! yang lain, Roy S. Dia menyatakan bahwa bukan Olga yang tidak bermutu. Justru para pemilik acara televisi itulah yang tidak memiliki pendidikan. Komentarnya ini didukung 55 jempol atas, dan ditolak 8 jempol bawah.

Bagaimana menurutmu?
Sumber Berita:
http://id.omg.yahoo.com/blogs/blog-editor/15-ribu-orang-tidak-bisa-memaafkan-olga-syahputra.html

Subcribe Me

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

Buku Tamu

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. HIMA SEJARAH UR - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger