Home » » PERIODESASI PENJAJAHAN BANGSA ASING

PERIODESASI PENJAJAHAN BANGSA ASING

PENDAHULUAN

Berbicara tentang penjajahan atau kolonialisme-Imperialisme di nusantara sebenarnya adalah polarisasi atau konfrontasi antara dua kekuatan Timur dan Barat atau Eropa disuatu pihak dengan pihak lain yaitu Asia dan Afrika.

Pertemuan ini di namakan oleh prof.AJ. Toynbee sebagai :

Encounter of sivilation ( pertemuan antar dua peradaban).

Mula-mula Bangsa Timur memasuki Eropa ( Barat ) :

1. Dalam abad IV Bangsa Huna dari Asia di pimpin oleh Atilla.

2. Pada abad VII Islam di turunkan oleh ALLAH dengan prantraan Rasul Muhammad SAW. Di tanah Arab. Ajaran Islam ini di bawa oleh umatnya ke Eropa dan di sana berada selama 700 tahun.

3. Dalam Abad XIII – XV bangsa Tartar dari Asia memasuki Eropa Timur Rusia Sekarang.

4. Tahun 1453 Umat Islam di pimpin Oleh Sultan Salim ( Di nasti Turki Usmani) merebut Constantinopel (Istambul) memasuki Benua Eropa sampai perbatasan pengunungan pyrenia. Detik itulah merupakan titik arus balik dalam perjalanan sejarah dunia.

Untuk Indonesia zaman ini di kenal dengan Zaman antara Bangsa ( menurut M. Yamin). Babakan antara bangsa adalah satu dari pada lima babakan dalam Pancawarsa. Berdasarkan literature yang ada maka babakan ini di mulai sejak jatuhnya ke perabuan Majapahit kira- kira tahun 1525 dan berakhir Tahun 1908 yaitu mulainya bangsa Indonesia memperkuat potensinya dalam Organisasi Nasional “ Budi Utomo “.

BAB I

DAERAH – DAERAH TIMUR MENJADI REBUTAN BANGSA BARA

1.1 Kejatuhan Constantinopel 1453 ke Tangan Turki

Kejatuhan konstantinopel pada tahun 1453 kepada bangsa Turki merupakan “ turning point ofr History “ menurut pendapat ahli sejarah bangsa Belgia, Hendri Pirenne yaitu : merupakan titik arus balik dalam perjalanan sejarah dunia. Pusat perdagangan berpindah dari laut tengah ke lissabon.

Bangsa Portugis mulai saat itu tidak dapat lagi mengambil rempah- rempah dari laut tengah , lalu mencari jalan sendiri ke daerah asalnya Indonesia.Dalam usaha-usahanya mencari daerah – daerah itu bangsa Eropa menempuh dua jalan laut yaitu:

1. Ke selatan dengan menyusuri pantai Barat Benua Afrika terus membelok ke laut Arab, kemudian mengikuti jalan dagang lama menuju India. Dari sini terus kedaerah Timur yaitu : Indonesia, pilipina, Tiongkok, jepang dan lain-lain.

2. Jurusan Barat dengan melalui Lautan Atlantik terus kebenua Amerika, menyusul pantai Timur Benua itu kearah Selatan. Dari sini melintasi lautan fasifik dan akhirnya sampai ke Asia Timur. Dengan melalui Indonesia, India dan jalan perdagangan lama dan terus membelok ke Afrika Selatan kembali ke eropa.D engan demikian mereka telah mengelilingi dunia.

Pelayaran kejurusan Barat di pelopori oleh pelaut Genua bernama Christopher Colombus tahun 1492. pelayaran menyebrangi Samudra Atlantik itu mendapat bantuan dari Ratu Isabella, (spanyol akhirnya sampai di San Salfador di kepulauan Bahama. Kemudian pelayaran itu di teruskan ke Selatan yaitu: sampai Cuba dan kepulauan Haiti. Colombus beranggapan telah sampai di salah satu bahagian Asia. Oleh sebab itulah penduduk Asli yang di jumpainya di sebut Indian. Tetapi kemudian barulah di ketahui bahwa yang di jumpainya itu adalah satu Benua Baru yang kemudian di beri nama Amerika. Diambil dari nama seorang sarjana bangsa Spanyol bernama Amerigo Vespucci.ia adalah seorang pelaut yang ikut yang ikut dalam pelayaran yang di pimpin oleh Colombus, disamping itu ia menyelidiki benua Baru itu.

Pelayaran menuju jurusan Selatan di mulai pada Tahun 1486 yang di pimpin oleh Bartholomeuz Diaz sampai di ujung Benua Afrika di suatu tempat bernama Cabo Tormentoso yang berarti Tanjung Badai. Keberangkatan ekpedisi ini atas perintah dan insiatif Hendri pelaut yang mengunakan harta dan tenaganya untuk keperluan memajukan perdagangan dan pelayaran laut bangsa Portugis. Tapi sekembalinya ia kenegerinya, Raja Portugis menukar nama daerah tersebut dengan, Cabo De Bon Experanza, karena setela sampai di derah tersebut, harapan baik untuk ke dunia Timur (Indonesia telah dijumpai).

Perjalan yang di pimpin oelh Vasco Da Gama pada Tahun 1498 dengan melalui route Bartholomeuz Diaz,sampai di calicut India.Dengan ini terbukalah jalan menuju kedaerah penghasil rempah-rempah yang sangat di butuhkan oleh bangsa Eropa.

Seperti yang sudah di katakan diatas bahwa kekuasaan Islam sudah sampai kedaratan Eropa. Untuk itu mereka berusaha mengalahkanya. Setelah orang islam dapat di usir dari Eropa, mereka tidak puas dengan itu saja tetapi berusaha untuk mengkristenkan daerah-daerah Timur umumnya Indonesia khususnya. Dalam pada itu Paus memberi mandate ke pada mereka ,portugis, spanyol di sebut Conquistadores ( para penakluk ). Dengan semangat Conquistadores itu menjadi lebih bersemangat perjuangan mereka. Pad tanggal 26 september 1493 di kota Tordesillas di sebelah Barat Daya Madrit , Paus Yulius II membagi dunia atas dua bagian yaitu batas yang memisahkan antara kekuasaan Portugis dan Spanyol diluar Benua Eropa. Isi perjanjian itu adalah : Pada sebuah garis lintang dari kutub utara ke selatan melalui kepulauan Verdo dilautan Atlantik dan segenap daerah yang di temukan pada sebelah barat dari garis kutub Utara Selatan menjadi milik Spanyol . selebihnya manjadi milik bangsa Portugis. Dengan demikian perselisihan mengenai batas kekuasaan kedua Negara akan dapat dihindari.

Tordesillas adalah dasar mutlak dari pada keseluruhan perbuatan politik sikap dan semangat Conquistador apa yang telah digariskan di Tordesillas. Tapi rupanya perjanjian itu mengalami kemacetan dimana kedua bangsa itu bertemu lagi di maluku. Hal ini terjadi pada Tahun 1529 diadakanlah perjanjian di Saragosa yang isinya ialah: Portugis mendapat daerah antara garis Atlantik, Halmahera melalui Tanjung pengharapan. Dan sisanya diserahkan kepada spanyol termasuk kepulauan Filipina. Magelhaens tahun 1519 sampai di pulau Cebu.

Bangsa Portugis telah mempunyai benteng-benteng yang bersambung dari Muzambique- Sokotra di depan laut merah – Aden -1512 Ormus – Diu- Goa 1510 ( pusat )- Malaka 1511- makao dan Ternate.

Cara penjajahan portugis dengan semboyan Gospel,Gold and Glory . dengan slogan itulah mereka menjajah Asia dan khususnya Indonesia. exspansi portugis bersifat agama dan komersil. Penjajahan portugis dan spanyol termasuk imperialisme kuno . inti dari imperialisme kuno ialah : Gospel, Gold and Glory ( penyebaran agama, kekayaan dan kejayaan ) sedangkan imperialsme ialah : Politik untuk menguasai dengan paksaan seluruh dunia untuk kepentingan diri sendiri yang di bentuk sebagai imperiumnya.

Kolonialisme ialah politik yang dijalankan mengenai sesuatu koloni ( jajahan, sesuatu bahagian dari imperium jika imperium itu merupakan gabungan dari jajahan-jajahan . perkembangan kekuasaan portugis dan spanyol berhadapan dengan timbulnya kerajaan yang dipimpin oleh raja-raja Islam di Indonesia . kerajaan terpenting ialah Demak, Banteng, Aceh, Ternate dan Tidore. Selat Malaka menjadi pusat Niaga Internasional di nusantara pada Abad XIV – XV. Portugis berusaha untuk menguasai malaka. Dengan susah payah tahun 1511 di bawah pimpinan D’ Al buquerque berhasil menguasai malaka. Pada tahun 1504 penyusunan kekuasaan portugis yang tetap di Asia di pimpin Oleh Francisco de Almaida sebagai wakil dari Raja Portugal.

Setelah malaka di kuasai kemudian mereka menyebarkan sayap imperialismenya ke daerah selatan tetapi dapat di tahan oleh kerajaan Demak di bawah pemerintahan Sultan Trenggono tahun 1521 – 1546. Demak pada abad ke XV dan XVI menjadi pusat niaga di Pesisir Utara Jawa. Akibat malaka di kuasai portugis maka pusat niaga di pindahkan ke Banten ( selat sunda menjadi pusat niaga Internasional )sebagai mengimbangi selat malaka .Dengan demikian banten menjadi pusat perdagangan internasional di nusantara. Banten sangat terkenal dengan pusat penghasil lada.

Kemegahan kerajaan Banten terdapat pada masa pemerintahan Ageng Tirtayasa 1651-1683, sementara itu portugis berusaha untuk menguasai sunda kalapa yang dikuasai oleh kerajaan pejajaran beragama Hindu , tetapi dapat di gagalkan oleh Fatahillah 1527 dengan mendirikan kota jayakarta yang berarti kemenangan yang sempurna ,pada tanggal 21 Agustus 1522 diadakanlah perjanjian antara portugis dengan pejajaran yang isinya :

a) Portugis diizinkan mendirikan benteng di sunda kelapa ( pelabuhan Kerajaan Pajajaran).

b) Portugis boleh membeli lada semaunya

c) Pajajaran menerima barang-barang yang dibutuhkan.

Kehancuran Demak yang menguasai Bandar Malaka, Ternate di gantikan oleh kerajaan Mataram yang tumbuh dari kerajaan Agraris. Mataram berhadapan dengan Kolonialisme Belanda yang tumbuh sebagai pengganti imperialisme portugis. Cara penjajahan Belanda melalui persekutuan dagang Verenigde Oost Indische Compagne (VOC) . Belanda terpaksa mencari jalan sendiri ke Timur ( Indonesia karena adanya monopoli rempeh-rempeh oleh spanyol) lagi pula Bandar Lisabon di satukan di bawah kekuasaan Spanyol. Daerah yang pertama kali di jumpai Belanda ialah Banten 1596. karena Banten tidak dapat di kuasai Belanda mereka hanya dapat mendirikan Loji di Batavia. Dari sini mereka melebarkan sayapnya kea rah Timur pulau Jawa dan daerah timur Indonesia yaitu Maluku. Di sini timbul perebutan dan pertentangan dengan kekuatan spanyol. VOC di beri hak-hak istimewa antara lain Monopoli yang meliputi membeli, menjual dan mengangkut dengan kapal belanda sendiri ( Consignatic Stelsel ).

Dengan monopoli ini mereka secara Devide et Impera dapat menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia . sebenarnya orang belanda tidak langsung berhubungan dengan rakyat tetapi melalui orang –orang yang sangat berpengaruh dalam masyarakat seperti orang cina dan para bupati. Setelah system monopoli tidak berhasil maka di jalankan politik Tanam Paksa kopi (preanger stelsel), untuk tanam paksa jati, di kenal dengan nama Blendong Diens.

1.2 Portugis Merebut Pusat-pusat Perdagangan

Pelayaran orang- orang portugis pada mulanya tidak berdasarkan tujuan ekonomi. Tanah airnya di jajah oleh orang moor yang beragama islam.mereka perlu melakukan perjuangan yang bersifat nasional dan perjuangan suci umat Kristen. Peperangannya berhasil, kemudian tidak cukup sampai di situ saja tapi diteruskan ke benua Afrika, tahun 1415 kota Ceuta didudukinya. Tujuan kemudian berubah setelah di dengarnya tentang daerah kerajaan timur yang rahasia, ditambah pula di temukanya daerah- daerah afrika Barat yang menghasilkan barang- barang baru, seperti : emas, pasir, binatang- binatang kera, singa burung- burung nuri kemudian di jual di pasar Brugge 1441. pada waktu itu mereka berharap menemukan jalan ke asia mengelilingi afrika.tujuan sudah berdasarkan perhitungan – perhitungan komersil. Di sepanjang pantai Barat Afrika di temukan Madeira ( 1419) kepulauan Azores 1452 Teluk ferde 1456 Bartholomeus Diaz 1486 sampai di selatan Afrika, Vasko Dagama1498 sampai di kalikut ( India).

Pada tahun 1508 ormuz di teluk Persia dikuasai dan 1509 sampai di Indonesia.setelah mereka melihat dari dekat keadaan perdagangan dan perekonomian di Asia umumnya dan Indonesia khususnya maka di ketahui bahwa di daerah itu sudah ada system perdagangan kuno. Untuk menyaingi hal tersebut tidak cukup dengan system perdagangan saja tapi harus dengan system gerakan-gerakan militer kemudian dibentuklah benteng-benteng disertai armada-armada yang kuat yang terbentang di daerah Mozambique, sokotara, Aden, Ormuz, Diu, Goa, Malaka, Makao, dan Ternate yang melingkari Samudra Indonesia Selat Malaka, Laut Cina Selatan.

Imperium portugis hanya berwilayah benteng dengan berkuasa di perairan niaga dunia dengan armada yang saling modern pada waktu itu. Menurut Burger dalam bukunya : Sejarah ekonomis, sosiologis Indonesia hal 46 mengatakan: daerah perniagaan laut di Asia Selatan mempunyai tiga pintu yang penting yaitu: Selat melaka, teluk Persia, dan Laut Merah yang harus di lalui oleh bangsa mana saja yang datang dari barat. Ketiga pintu akan dikuasai oleh Portugis dan selanjutnya tahun 1511 bandar malaka dapat dikuasainya. Keadaan yang menguntungkan bagi portugis ialah di maluku terjadi perselisihan antara Ternate dan Tidore, sehingga pada tahun 1514 Maluku jatuh ke tangan Portugis di bawah pimpinan Antoneo de Abreu dan Kapten Francisco de Serrao yang berkuasa kira-kira selama 30 tahun yang di sebut The Era Of The Portuguese. Wali kedudukan portugis berkedudukan di Goa. Di sini memimpin pusat perdagangan di Asia. Seperti yang di katakan diatas bahwa selain tujuan ekonomi yang utama lagi bagi imperium portugis adalah penyebaran agama Nasrani. Oleh sebab itu armada selalu diikuti oleh pendeta diantaranya yang terkenal adalah Franciscus xaverius 1546 yang berjasa dalam menasranikan Maluku sehingga tepatlah kata-kata yang berbunyi : The Flag Followed The Bible, The Trade Followed the flag.

Jadi pengaruh portugis itu di Indonesia dapat kita tinjau dalam tiga segi :

a. Pelayaran/perdagangan

b. Bahasa/istilah.

c. Agama yaitu Nasrani.

Selain portugis spanyol juga mencoba ingin menaklukkan Indonesia, tapi usahanya dapat dirintangi oleh portugis. Bentrokkan yang terjadi dimaluku dapat diatasi dengan mengadakan perjanjian sara gosa tahun 1529. dengan dikuasainya Maluku oleh portugis, terjadilah suatu revolusi dalam struktur perdagangan oleh karena terjadinya perhubungan langsung antara daerah produksi dengan daerah konsumsi pada tahun 1521 portugis berhasil mendirikan benteng di ternate untuk melawan spanyol yang ada di tidore. Pada tahun 1527 spanyol dapat diusir dari tidore.

Setelah terjadinya Revolusi dalam struktur perdagangan, maka pedagang perantara dapat dihilangkan sehingga harga rempah jauh lebih murah jika dibandingkan sebelumnya. Namun demikian keadaan itu tidak berlangsung lama karena system perdagangan portugis dapat dikalahkan oleh persoalan perselisihan agama. Sehingga factor kemunduran kekuasaan portugis berkisar dalam hal sebagai berikut :

a. Sistem perdagangan yang merkantalisme yang tidak efesien.

b. Gerakan perdagangan bersifat perang salip.

c. Pimpinan perdagangan terdiri dari golongan bangsawan bukan saudagar.

Berhubungan dengan kesulitan monopoli cengkeh di Ternate ,maka pada tahun 1574 portugis diusir dan terus ke Tidore sehingga pada akhir Abad XVI kekuasaan portugis lenyap dan digantikan oleh Belanda dan Inggris.

1.3 Islam Penentang Imperium Portugis.

Tiga daerah yang menjadi front bagi orang islam dalam menghadapi expansi nasrani di bawah pimpinan portugis yaitu:

a. Di Utara , Aceh, Johor.

b. Di tengah ,Demak , Banten, Bandar-bandar di Jawa bagian Utara.

c. Timur, Ternate dengan sekutu-sekutunya.

Berkat ketiga front itu perluasan penjajahan portugis dapat di cegah. Karena portugis melanjutkan perang salib maka orang islampun tak segan-segan untuk menentangnya. Misalnya pada tahun 1513 pati unus sudah berusaha menyerang portugis di malaka kemudian yang paling gigih ialah Sultan Trenggono pada tahun 1550.

Islam sebagai suatu agama sudah berpengaruh di Indonesia sejak abad 13. tapi jauh sebelumnya di Indonesia sudah ada pemeluk agama isalm seperti yang terdapat pada makam Fatimah Binti Maimun berangka tahun 1082 di leran dekat Gersik. Untuk mengetahui sumber-s8umber berita tentang masuknya agama islam adalah sebagai berikut:

a. Sumber dari Italia dari marcopolo tahun 1292, seorang petualang dari Venetsia yang tinggal di tiongkok kira- kira 17 tahun lamanya. Ketika akan pulang kenegerinya melalui selat Malaka dan singgah di ujung pulau Sumatera di Perlak ( aceh selama 5 bulan ). Dapat diketahui bahwa sebahagian penduduk perlak sudah memeluk agama islam. Ia menulis sebuah buku yang berjudul : Il Milione ( yang menakjubkan). Ia dadalah Orang Eropa yang pertama kali menceritakan tentang Negara- Negara di Asia Tenggara.

b. Sumber Arab.

Ibnu Batutah tahun 1345 sarjana keturunan Maroko sampai Juga ke Perlak dan Pasai dalam perjalananya dari Tiongkok menuju India. Berita ini sangat penting untuk penyebaran agama islam di Asia Tenggara.

c. Sumber Tiongkok.

Berita tentang adanya pemukiman saudagar-saudagar muslim di Jawa Timur baru di kabarkan dalam permulaan Abad ke 15 oleh Mahuan seorang cina muslim yang menyertai laksamana Cheng Ho dalam pelayarannya di Asia. Mahuan yang mengunjungi wilayah Majapahit tahun 1413 menceriterakan bahwa penduduk kota majapahit terdiri dari tiga golongan yang dimaksud sebuah kota pelabuhan yaitu:

a) Kaum muslim yang datang dari negeri sebelah Barat dan tinggal menetap di sana. Pakaian mereka indah dan makananya bersih.

b) Orang-orang cina yang melarikan diri dari negerinya dan bermukim di sana. Banyak diantara mereka beragama islam.

c) Penduduk pribumi yang kotor dan buruk, dengan berjalan kaki telanjang tanpa menyisir rambutnya.

Dari berita tersebut kita peroleh kesan bahwa pada permulaan abad 15 telah ada pemukiman saudagar- saudagar muslim di Pantai Utara Jawa Timur. Mengenai orang yang datang dari Negeri Barat ada beberapa kemungkinan yaitu orang-orang dari pasai atau Malaka bahkan mungkin juga yang dimaksud adalah Gujarat. Sehubungan dengan pemberitaan Mahuai di gersik juga ditemukan peninggalan berupa Makam Sekh Maulana Malik Ibrahim yang pada Batu Nisanya tertulis dengan Huruf Arab, meninggal pada 12 Rabiulawal Tahun Hijriah 822 (8 April 14190. nama Maulana Malik Ibrahim disebut juga Maulana Magribi ( Magribi berarti Barat). Jadi tanah asal Maulana di sebelah Barat Jawa Timur.

d. Sumber dari Portugis ( Thomo Pire 1512).

Ia mengarang buku “ Summa Oriental “ ( kisah Timur). Orang islam yang datang ke Indonesia dan Malaka datang dari Gujarat. Perkembangan perdagangan seiring dengan perkembangan agama oleh karenanya dengan jalan damai.

BAB II

PERANAN KERAJAAN- KERAJAAN INDONESIA ISLAM DALAM MENGHADAPI IMPERIALIME

2.1 Demak Memegang Kekuasaan di Nusantara

Kejatuhan Malaka ke pada Portugis maka perdagangan di Selat Malaka menjadi monopolinya. Demak sebagai salah satu Kerajaan Islam di Pulau Jawa berusaha mengimbangi perkembangan dan membatasi meluasnya expansi portugis itu di Selatan. Dalam rangka itu Demak menguasai Banten sehingga dapat menguasai Selat Sunda. Di daerah ini Demak mendirikan Bandar niaga yang menjadi Bandar Internasional.

Untuk itu di laksanakan Usaha- Usaha :

- Gerakan Militer.

- Gerakan Ekonomi.

- Transmigrasi ke Banten.

Semenjak itu Banten Terjadi suatu Revolusi kemajuan dari daerah sunyi menjadi daerah yang teramai. Jalan Niaga itu melalui Barat Sumatera, terus ke India, Persia dan Timur Tengah. Dari banten ke timur ( Demak ) terus Jepara, Tuban, Gersik dan Ambon. Dengan demikian demak sudah memegang kedaulatan baik di Indonesia atau Asia Tenggara. Demak tumbuh dari kerajaan Agraris menuju Negara Maritim yang berpangkal kepada Gelora dinamika Islam. Sehingga demak mempunyai peranan khusus yaitu titik pertemuan antara penyebaran islam, Exspansi niaga pelayaran internasional. Demak sebagai pelaksana dari politik islam sehingga menjadi kerajaan yang besar yang dapat memadukan ideology dengan penegak kekuasaan dalam dunia baru. Selain itu demak menjadi pengkoordinir kerajaan-kerajaan di pantai utara pulau Jawa seperti : Tuban, Surabaya, Madura , gersik dan sebagainya. Salah satu perjuangan Demak ialah Malaka harus di saingi.

2.2 Mataram mencoba menghalangi kekuasaan Belanda di Nusantara

Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung Anyokrokusumo. Sumber Berita tentang Sultan Agung dapat di peroleh:

a. Babat Tanah Jawa.

b. Berita-berita dari orang Eropa karena pada permulaan pemerintahanya ada utusan VOC mengunjungi istana mataram.

c. Perjanjian Mataram dengan VOC.

Cita-cita Sultan Agung.

a. Menyatukan pulau Jawa

b. Mengusir Belanda dari Indonesia

Usaha-Usaha Sultan Agung menyatukan Jawa

a. Tahun 1614 Sulatan dapat mengalahkan Federasi Surabaya,Tuban, Giri,Madura, dengan mengirimkan pasukan yang besar di Surabaya

b. 1615 Menaklukan Lasem dan Wirasaba disekitar Mojokorto.

c. 1619 Tuban diduduki dan dari sini Sltan mengirim Expedisi ke Sukadana di Barat Daya Kalimantan Tahun 1622.

d. 1624 Madura diserang, raja sanpang dengan gelam cakraningrat menyerah. Untuk mengikatnya dengan kerajaan mataram ia dikawinkan dengan saudara perempuan sultan Agung. Dalam tahun 1625 seluruh jawa timur dikuasai oleh mataram kecuali gelambangan.

Keadaan peperangan yang terus- menerus akibatnya sangat medihkan bagi pedagang laut Jawa sehingga pedagang – pedagang pindah secara besar –besaran ke Makasar dan Banjamasin. Sampai tahun 1618 VOC mempunyai loji di Banten dan perhubungan dengan Bandar itu baik. Disitu terdapat saudagar – saudagar Asia, bangsa Portugis da Inggris. Tetapi dari ketiga golongan (Portugis, Inggris ,V0C) selalu bersaing untuk mendapat hak monopoli sehingga menimbulkan peperangan. Tiap tiap golongan itu berusaha agar golongan yang berkuasa di Banten berpihak padanya. Selain dari itu sejak 1610 telah ada loji VOC di Jakarta. Ketika hubungan dengan Banten makin buruk VOC mendirikan Banten yang kuat di Jakarta untuk memusatkan tenaga nya disana.

Bupati Jakarta pangeran Wijayakrama mula-mula tidak merintangi hal tersebut tetapi ketika ia melihat bahaya yang mengancamnya dari pihak VOC ia mulai memperkuat dirinya sehingga hubungan mereka jadi tegang. Inggris pun pada waktu itu merasa dirinya terancam, Inggris menyerang ke Jakarta.

Pemimpin VOC ialah Yan Pieter Zooncoen pergi ke Maluku mengambil bantuan. Jakarta dibantu oleh Inggris dari laut dan dari darat dibantu oleh pasukan Banten. Tetapi keadaan berubah ketika terjadi perselisihan antara kedua golongan pengepung dimana Wijaya karma mengadakan perundingan dengan Belanda, Banten mengirim pasukan mengusir Wijaya karma akhirnya Inggrispun menghentikan pengepungan dari laut dan meninggalkan Jakarta. Ketika coen kembali dari Maluku dengan kata laut yang baru, bahaya yang mengancam banteng VOC di Jakarta tidak ada lagi. Kemudian Jakarta ditukar oleh coen dengan nama Batavia 1691 yang menjadi pusat kekuasaan VOC. Kegiatan belanda selanjutnya ditujukan :

a. Ke Barat menentang Banten

b. Ke Timur menentang Makasar

c. Ke Utara menentang Malaka

Ketika VOC menduduki Jakarta tak ada timbul reaksi dari Sultan Agung karena hubungan mereka pada mulanya tidak musuhan. Baginda keras membentuk Kerajaan yang kuat berdasarkan kesatuan yang sesungguhnya, berdasarkan susunan Agraris. Perniagaan Jawa yang ramai dianggap Sultan sebagai ancaman yang buat kesatuan Mataram.

Perhubungan baik Sultan dengan VOC berubah disebabkan Banten tetapi menentang kekuasaan Mataram yang ingin mempersatukan Jawa. Jika Sultan hendak mengadakan Expedisi ke Banten maka pusat VOC ( Batavia ) akan merupakan rintangan.

Sultan Agung mengusulkan kerja sama dengan VOC tetapi VOC tidak mau terbawa-bawa. Penolakan itu diangap oleh Sultan sebagai pelanggaran perjanjian sebab VOC bekewajiban mengakui kedaulatan Mataram.

Dengan peristiwa itu maka Sultan Agung memberi ulti matum pada Belanda :

a. Belanda harus mengakui Sultan Agung sebagai raja yang terbesar di pulau Jawa.

b. Belanda mengakui kedaulatan Mataram terhadap daerah Batavia.

c. VOC harus mengirim utusan ke Mataram

Ultimatum itu a dan b ditolak sedangkan c diterima karena mereka berurusan dengan Mataram. Setelah Sultan Agung akhirnya Mataram dapat dipecah belah oleh VOC setelah diadakan perjanjian Gianti 13 Februari 1755 dan perjanjian Salatiga 17 Maret 1757. Isi perjanjian Gianti ialah :

a. Pakubuono III tetap berkuasa di Surakarta.

b. Mangkubuni mendapat mataram bahagian Barat dengan ibu kotanya Jokjakarta.

c. Mangkubumi diangkat jadi Sultan Hamangkubuono I

Isi perjanjian Salatiga ialah :

  1. R. Mas Said memperoleh sebahagian dari daerah surakarta dengan gelar Mangkunegoro.
  2. Pakubuono III memperoleh sebahagian dari daerah Surakarta.
  3. Sultan Hamangkubuono I mendapat daerah Jokjakarta.

2.3 Banten menggantikan Malaka sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara

Setelah Banten memeluk agama islam hal ini dilaksanakan atas inisiatif kerajaan Demak dengan mengirimkan Fatahillah seorang panglima merangkap Mubaligh pengembang agama islam. Berkat keahliannya dengan cepat islam cepat diterima oleh masyarakat bahkan usaha bangsa Portugis yang telah mengadakan perjanjian dengan raja kerajaan pejajaran masih dapat digagalkan oleh Fatahillah, dan daerah itu dapat di islamkan. Dengan kemenangan yang diperoleh Fatahillah akhirnya karena bencinya ia dengan orang yang beragama Kristen dan orang yang pernah mengusai daerahnya yaitu pasai tahun 1521 maka setelah kemenangan terakhir diperolehnya di sumda kelapa lalu beliau menukar nma tersebut sunda kelapa menjadi Jayakarta yang berarti kota kemenangan sesuai dengan “Fatahillah” bearti kemenangan Allah. Setelah ia berhasil mengislamkan Banten dan Sunda. Kelapa dilanjutkan daerah cerebon dan ternyata berhasil.

Fatahillah mempunyai dua orang putra :

1. Hasanuddin merupakan raja pertama kerajaan Banten.

2. Pasarean berkuasa di cerebon.

Dalam pada itu kekuasaan Demak setelah Sultan terengono meninggal dibunuh oleh hambanya dalam perjalanan dalam menaklukkan pasuruan ( Jawa Timur ) yang beragam Hindu makin lama makin lemah karena perebutan kekuasaan yang sering terjadi di kerajaan Demak. Kesempatan itu digunakan oleh Fatahillah untuk menyatakan kemerdekaan kerajaan Banten dan baru berhasil pada pemerintahan Hasanuddin.

Waktu hasanuddin mendirikan kerajaan banten yang merdeka dari kekuasaan Demak 1558 dihadiri oleh ayahnya Fatahillah. Pada masa pemerintahan Maulana Hasanuddin kerajaan Banten mangalami kemajuan. Ia memerintah 1552-1570, luas kekuasaanya sampai daerah lampung serta negeri-negeri Selatan Sumatera. Fatahillah meninggal di Cirebon ( di gunung Jati ) dan setelah ia wafat namanya lebih dikenal dengan “ Sunan Gunung Jati”. Wali Songo “ atau Wali Sembilan.

Setelah Hasanuddin mangkat ( bergelar Marhum Sabakinking) kekuasaan di lanjutkan oleh putranya bernama Panembahan Yusuf (1570-1580). Pada masa kekuasaanya seluruh kekuasaan kerajaan Pajajaran telah dikuasai maka sempurnalah kekuasaan islam di jawa Barat. Dengan berhasilnya perjuangan itu perhatian Sultan selanjutnya ditujukan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat dengan memajukan pertanian yaitu dengan mengadakan pengairan. Untuk itu diusahakan oleh pemerintah pengairan untuk mengairi sawah rakyat. Tanaman pokok daerah Banten ialah padi dan kelapa, disamping itu Bantent sangat terkenal dengan hasil merica. (lada hitam) dengan hasil merica itu kerajaan Banten menjadi perhatian pedagang-pedagang asing karena merica sangat di butuhkan di Eropa.

Jika diperhatikan letak dan keadaan alam daerah Banten tepat di sebelah Tenggara Selatan Sunda sehingga dengan mudah dapat dikuasai atau mengontrol di daerah-daerah sekitar Selat Sunda. Peranan selat Sunda belum terasa ketika selat Malaka masih merupakan perairan bebas yang di lalui oleh pedagang-pedagang cina, India, Arab, dan dari daerah nusantara yang sangat terkenal waktu itu ialah pedagang dari daerah Jawa. Daerah jawa banyak menghasilkan beras, lada atau merica dari jambi, palembang atau bengkulu, sedangkan rempah – rempah dari Maluku. Pada umumnya benda tersebut di bawa ke Malaka oleh pedagang Jawa. Dari malaka barang-barang tersebut di jemput oleh pedagang – pedagang India, Arab, Cina dan Persia untuk dibawa kedaerahnya masing-masing.

Penulis portugis de Barros dan Barbosa memuji keunggulan saudagar-saudagar Jawa itu seperti pelaut yang tangkas dan gagah berani. Pada waktu itulah mereka yang memegang peranan penting dalam perdagangan di Indonesia.

Apabila Malaka sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara telah di kuasai Portugis maka pedagang-pedagang Jawa beserta pedagang Islam lainya otomatis akan menghindari perairan Selat Malaka. Pada waktu itu pedagang-pedagang Jawa telah mempunyai perkampungan di malaka dan ikut aktif bersama dengan pedagang asing lainya.

Pada abad ke 15 Malaka berhasil menjadi Pusat dagang utama untuk lalu lintas perdagangan dan pelayaran dan dari malaka Hasil hutan dan rempah-rempah di bawa ke India terutama ke Gujarat yang melakukan hubungan langsung dengan Malaka yang merupakan mata rantai mata penting dalam perjalanan tersebut. Sebelum Bandar tersebut dikuasai bangsa portugis pada abad XVI penduduk daerah Malaka mengalami puncak Kejayaan. Pada tahun 1511 bangsa portugis berusaha untuk menguasai dan ternyata berhasil. Dengan dikuasainya Bandar tersebut bararti pedagang di Asia Selatan telah dimonopoli Bangsa portugis.

Salah satu tujuan bangsa portugis datang ke Indonesia adalah untuk merampas kekuasaan perdagangan dari tangan orang Islam dan memonopolinya. Begitu mereka berhasil menguasainya pusat-pusat perdagangan yang dibaringi dengan Kekuatan Militer di setiap pusat perdagangan otomatis mereka menutup pusat perdagangan terhadap pedagang-pedagang asing dan khususnya pedagang-pedagang islam. Bagi mereka yang beragama islam tidak segan pula untuk mengadakan perlawanan yang di kenal dengan nama perang Jihat.

Akibat dari Revolusi yang di lakukan oleh bangsa Portugis di lapangan perhubungan ialah:

a. Jalan Sutera ( Jalan darat yang menghubungi Eropa dengan Asia ) tersingkir.

b. Timbullah jalan baru yang melalui lautan dengan menyusuri pantai Barat Afrika( Tanjung Harapan) terus ke laut Arab kemudian mengikuti jalan lama yaitu dari laut Arab- India-Indonesia dan Cina.

c. Pedagang-pedagangperantara kehilangan mata pencaharian seperti pedagang Vanetsia, Genua, Mesir dll.

d. Kota dagang di sekitar Laut Tengah jadi sepi, Bandar Lisabon menjadi Ramai dan kaya menjadi tempat penimbunan rempah-rempah dari Maluku.kedaerah itulah Bangsa eropa mengambil barang-barang daganganya untuk dibawa keseluruh eropa.

Setelah Portugis berkuasa di lapangan perdagangan abad XVI, sebagai umat manusia yang hidupnya tergantung pada perdagangan , begitu portugis menutup Bandar Malaka 1511 untuk pedagang islam maka muncullah Bandar penting yang mengibangi Bandar Malaka tersebut diantaranya ialah Aceh ( di ujung Sumatera,) dan Banten ( di ujung bahagian barat Pulau Jawa).

Dari pantai Barat sumatera kapal-kapal memasuki Selat Sunda menuju pelabuhan-pelabuhan di pantai Utara Jawa. Di bagian barat Benteng menduduki tempat penting sejak awal abad 16 setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis. Kedudukan Banten sebagai Bandar Internasional disebabkan :

a. Letaknya di daerah Selat Sunda suatu jalan perdagangan yang ramai setelah Malaka dikuasai portugis.

b. Pedagang-pedagang islam mencari Bandar yang beragama islam antara lain yang penting ialah Banten suatu Bandar yang terbuka buat pedagang-pedagang islam.

c. Banten menghasilkan lada yang sangat di butuhkan dalam perdagangan internasional.

Pedagang-pedagang asing yang tinggal di Banten seperti bangsa Gujarat, Abesenia serta orang melayu yang tinggal di sepanjang pantai dan bangsa cina di kampung pacinan.

Barang-barang yang diperdagangkan adalah:

a. Pedagang cina menjual bermacam-macam barang seperti Sutra, benang mas, perselin, bejana dari tembaga, saten dan barang-barang keramik .

b. Pedagang India, ( Gujarat, keeling, Benggala menjual barang dari kaca, permata, gading dan permadani.

c. Pedagang dari Birma ( pegu) menjual barang-barang seperti :beras, gula, tebu, lak, genta dari logam.

d. Pedagang Persia dan Arab menjual bermacam-macam batu yang indah ( batu akib, batu delima, zamrud.) obat-obatan serta wangi-wangian.

2.4 Ternate memegang peranan dalam dunia niaga

Telah sejak berabad –abad lamanya kepulauan Maluku sangat terkenal menghasil rempah – rempah sehingga Indonesia terkenal dengan hasil-hasil rempah dalam sejarah dunia. Pedagang jawa pergi ke Maluku untuk membeli cengkeh dari Ternate dan Tidore serta buah pala dari banda. Hasil itu diperdagangkan mereka kepada saudagar dari India dan persi. Orang-orang Jawa yang baru masuk islam turut juga mengembangkan agama islam di maluku sehingga usaha mereka mengembang kan agama itu terlebih dahulu berhasil di ternate. Sejak sultan Ternate masuk islam maka pulau itulah yang menjadi pusat agama islam di seluruh Maluku. Alim Ulama dari Giri besar sekali pengaruhnya atas orang islam yang diam di Maluku.

Orang portugis di Maluku.

Setelah Ternate memeluk agama islam tibalah orang portugis di sana dengan mengadakan suatu perjanjian denagn Sultan Ternate, orang portugis diizinkan mendirikan benteng di pulau itu. Izin itu diberikan karena Sultan mengharapkan laba yang besar dari perhubungan yang baru itu. Tetapi setelah perjanjian diadakan portugis berusaha mendapat monopoli perdagangan. Maksudnya ialah supaya mereka sendiri dapat menentukan harga pembelian rempah-rempah di maluku dan harga penjualan di eropa. Hal itu menimbulkan perang dengan Saudagar Jawa. Di samping berdagang mereka memasukkan penduduk Maluku menjadi orang Kristen ( Halmahera, Bacan dan Ambon).

Franciscus xaverius yang masyhur dalam mengembangkan agama Kristen. Hubungan antara orang portugis dengan Sultan Ternate bersahabat tetapi sebaliknya Sultan adalah pemimpin agama islam yang kerab kali dengan kekerasan menghalangi kemajuan agama Kristen terutama Sultan Hairun. Karena itu komandan Benteng portugis di ternate membunuh Sultan dengan diam-diam. Pembunuhan itu menimbulkan pemberontakan di seluruh maluku . hanya di ambonlah orang portugis dapat bertahan dan disitulah mereka memberikan perlindungan kepada orang-orang Kristen Maluku yang melarikan diri.

Dalam abad ke 16 berkembang kerajaan Aceh yang telah masuk islam yamg terkenal dengan hasil ladanya. Kerajaanya meliputi sepanjang pantai timur dan Barat pulau Sumatera dan bersama-sama dengan itu berkembang pulalah agama Islam di daerah takluknya.

Baik bangsa portugis atau Spanyol mempunyai sikap yang kasar di mana mereka terlampau banyak melancarkan gerakan dalam urusan perniagaan yang sangat menyingung hati penduduk di maluku. Tahun 1600 kedudukan mereka hamper lenyap dan pada abad 17 kedudukan mereka diganti oleh belanda.

BAB III

KOLONIALISME BELANDA BERSAING DENGAN IMPERIUM PORTUGIS

3.1 Kejatuhan Bandar Lissabon kepada Spanyol tahun 1580

Perang kemerdekaan Belanda menentang Spanyol tahuan 1568-1648 menyebabkan perdagangan belanda dengan Lissabon menjadi terputus. Hal ini memaksa pedagang-pedagang belanda mencari jalan sendiri ke pusat rempah-rempah India Indonesia.

Untuk tidak berhubungan dengan mendesak portugis dan spanyol diusahakan dengan melalui kutub utara mengelilingi atau melalui benua eropa dan asia utara. Adapun maksud dari bangasa belanda menempuh jalan utara adadah :

a. Untuk menghindari gangguan bangsa spanyol dan bentrokan dengan kapal spanyol dan portugis.

b. Mereka yakin jalan ke utara lebih singkat jika disbanding dengan jalan yang di lalui bangsa portugis.

c. Hasrat untuk berdagang dengan negri jepang dan cina yang terkenal dengan sutranya.

Tapi jalan ke utara mengalami kegagalan karena kapalnya terkandas di pulau Nova Zembla. perjalanan yang berbahaya itu dilakukan adalah demi panggilan emas” auri secrafames quid nonmarr Italia pectora cogie ( suatu bidal yunani )”, berarti himbauan emas yang terkutuk yang memeksa hati manusia ( aera eropa hal: 105 ).

Dorongan untuk mencari emas itu menjadi salah satu sebab pula bagi bangsa belanda ke timur. Maka Yan Romein berkesimpulan bahwa kedatangan bangsa barat ke timur berpangkal kepada :

a. Imbauan emas impian eldorado.

b. Rasa keagamaan.

c. Penyampaian niali-nilai yang di anggap tinggi kepada bangsa yang rendah kebudayaanya.

Berdasarkan buku “ itinerario “ karangan van linschoten, seorang belanda yang ikut dalam pelayaran kapal portugis mengunjungi negri timur dan sempat tinggal beberapa lama di goa. Maka berdasarkan petunjuk dari buku itulah pada tanggal 2 april 1595 berlayarlah 4 kapal drai Amsterdam menuju India dan tiba pada tahun 1596 di banten yang di pimpin oleh cornelis de hotman. Kedatangan mereka di terima dengan baik dan di perbolehkan berdagang. Tetapi karena tingkah laku yang kasar memandang rendah pda penduduk timbulah perselisihan yang mengakibatkan orang belanda dilarang untuk berdagang disitu. Kapal mereka di paksa meninggalkan pelabuhan bantenb secepat mungkin dan terpaksa kembali ke negri asalnya dengan hasil yang kurang memuaskan. Keuntungan yang besar mereka perolah jalan menuju dunia timur telah mereka temukan.

Kompeni ke-II yang mengirimkan kepadanya ke India ialah old company sebanyak 8 kapal yang di pimpin oleh Yacob Van Neek dan Van Heemskerk. Pelayaran ini mendapat hasil yang diharapkan dengan membawa pulang rempah-rempah yang dibutuhkan, dengan demikian pedagang belanda mendapat keuntungan yang berlipat ganda.

Pelayaran ke III old company 1599 di bawah pimpinan steirn van derhogen pernah dikirim ke ambon. Tahun 1605 tujuh kapal dan berhasil memduduki benteng portugis di bawah laksamana Don Andreas Furtado De Mandoza tanpa pertumpahan darah. Benteng kemudian di sebut fiktoria ( kemenangan ). Kemudian di ikuti oleh pelayaran “ braband company “ di bawah pimpinan Pieter Both dan Van Coerden. Tahun 1601 kedua perusahaan Amsterdam coy, zelland coy menjadi middle burg coy. Pelayaran itu masih bersipat perseorangan maka kemudian dijadikan persekutuan dagangan voc. Gabungan kongsi-kongsi dagang yang berlayar ke Indonesia ( burger hal: 56 ) pada umumnya di sebut persekutuan dagang India timur ( company ). Voc didirikan atas inisiatif Van Olden Barnepeld pada tanggal 20 maret 1602.

Tujuan penggabungan kongsi itu menurut burger :

a. Untuk menentang bersama-sama kekuasaan spanyol dan p[ortugis.

b. Untuk mengatasi resiko pelayaran yang memakan waktu lama dengan jarak yang jauh.

Menhin dari persaingan di antara orang belanda sendiri dan memerlukan hak monopoli yang di berikan pemerintah belanda. Vurnipal mengatakan dengan monopoli pemerintah belanda dapat bertahan di asia. Dengan monopoli belanda dapat berdagang dan memepertahankan diri. Oleh karena itu pemerintah belanda memberi hak dan kewajiban octroy kepada kompeni yaitu :

b. Hak berdagang antara tanjung harapan dan selat magelhaens ( hak monopoli ).

c. Memiliki tanah.

d. Medirikan benteng-benteng di daerah yang di kuasai.

e. Mengatakan perjanjian dengan raja-raja.

Y.C. Vanleur mengatakan dalam bukunya “Indonesian tradeand society” hal: 145 mengatakan:

a. Selama 21 tahun diberi garansi untuk berdagang, berlayar dalam daerah diantara cape of good opee, meridian 100 mil sebelah timur pulau salomon dan selat bring.

b. Mempanyai hak untuk mengkonsolidasi kekutan dalam melaksanakan pelayaran pengumpulan modal.

3.2 Hak-hak Istimewa yang dimiliki VOC

Untuk melaksanakan hak-hak yang telah dimiliki voc kemudian di perluas dengan:

a. Penindasan-penindasan berupa pajak yang tinggi seperti continenten dan verplichteliverantion. Contingenten ialah pajak wajib tanpa ganti keruguan yang di laksanakan terhadap daerah yang langsung meliputi

a) Kewajiban yang harus di penuhi oleh kerajaan yang langsung di kuasai oleh VOC.

b) Daerah itu telah di tetapkan dengan tanaman yang harus ditanami dengan hasil yang laku bagi pasaran eropa.

c) Hasil itu harus diantar oleh bupati kepada VOC.

d) Dari hasil itu bupati tidak mendapat bayaran.

Verplichte Liverantion ialah prnyerahan hasil bumi dari :

a) Kerajaan yang mempunyai kedaulatan sendiri.

b) Penyerahan hasil bumi berdasarkan perjanjian yang telah di buat terlabih dahulu antara raja dengan voc.

c) Jumlah dan harganya telah di tetapkan terlrbih dahulu.

d) Rakyat tidak boleh menjual pada orang lain.

b. Di beberapa daerah dilakukan hak extirpasi yaitu hak istimewa yang dimiliki voc untuk menubangi tanaman cengkeh dan pala yang dianggap berlebih. Hak hongitohten yaitu pelayaran dengan perahu kora-kora dalam rangka memusnahkan tanamam yang berlebih.

c. Perdagangan perantara dengan menggunakan orang cina.

d. Penanaman paksa.

Cara belanda menjalankan monopolinya adalah

1. mempersulit perdagangan rempah-rempah antara bangsa Indonesia dengan bangsa asing.

2. menekan harga rempah dengan perjanjian yang mengikat raja-raja Indonesia.

3. nencari tempat-tempat yang strategis untuk mendirikan loji dan benteng seperti di ambon, ternate, Batavia.

Kewajiban voc terhadap pemerintah belanda adalah :

a. bertanggung jawap kepada staten general ( DPR ) atas tindak tanduknya.

b. Membantu pemerintah belanda dengan uang dan angkatan perang bilamana di perlukan.

Organisasi VOC

Pengurusnya disebut bewindhebberder voc. Di negri belanda dipimpin oleh suatu dewan yang disebut dewan 17 ( heren XVII ). Di Indonesia dipimpin gubernur jendral Pieter both dibantu oleh suatu dewan India 5 orang. Pusatnya mula-mula ada 3 daerah yaitu banten, jayakarta, dan johor akhirnya terpilih kota jayakarta setelah di bumi hanguskan di tukar nama nya dengan Batavia.

3.3 Taraf Perkembangan VOC di Indonesia

Abad 17 merupakan puncak keberhasilan voc di Indonesia. Hal ini dapat diketahui setelah pusat-pusat perdagangan penting di kuasai belanda.

1) Tahun 1677 terjadinya perjanjian bongaya yang menjatuhkan kemerdekaan Indonesia timur.

Pada pertengahan abad 17 makasar dapat mempertahankan perdagangan bebas. Olrh karma itu makasar di kunjungi oleh kapal dari seluruh Indonesia dan Negara-negara dari eropa seperti inggris, prancis, denmark. Dalam hal ini voc berusaha untuk mendapat hak monopoli. Kesempatan baik yang di pergunakan voc ialah ketika aru palaka raja bone mainta Bantu pada voc. Ketika aru palaka mengadakan pemberontakan pada makasar. Ini adalah kesempatan baik bagi voc untuk menggempur armada serta tentara makasar.

Armada voc di pimpin oleh spelman yang di perkuat dengan pasukan yang di Bantu oleh orang ambon yang di pimpin oleh kapten yongker. Karena serangan yang dilakukan seraentak oleh pihak voc beserta pasukan tentara ambon hal ini membuat sultan hasanuddin tak berdaya lagi. Pada tanggal 18 november 1667 di adakan perjanjian di daerah bongaya. Isi perjanjian itu ialah :

a. Hasanuddin (raja makasar memperbolehkan voc berdagang di makasar).

b. Arupalaka menjadi raja bone.

c. Voc memperoleh monopoli perdagangan di makasar.

d. Biaya perang di tanggung oleh makasar.

Dengan perjanjian itu maka jatuhlah benteng kemerdekaan Indonesia timur.

2) Pada tahun 1684 banten kehilangan kemerdekaanya. Sultan agang tirta yasa ( 1651-1683 ).

Bandar banten dalam abad 16 dan permulaan abad17 merupakan Bandar tempat pengumpulan hasil dari daerah sekitar selat sunda terutama dengan hasil ladanya. Setelah bangsa belanda datang dan melihat kemajuan banten bahkan setelah mendirikan kota Batavia 30 mei 1619 mereka mencurahkan tenaganya untuk mendesak dan menjatuhkan banten. Maksudnya itu terlaksana ketika timbul perselisihan antara sultan agung tirtayasa berselisih debgab anaknya siltan haji. Baik sudagar arab maupun cina banyank datang ke banten karena mereka terpaksa meninggalkan Bandar malaka yang telah dikuasai oleh voc pada tahun 1641 dan makasar 1667. untuk memejukan perdagangan, banten bersahabat dengan pedagang-pedagang eropa ( inggris, prancis, denmark ) hal ini membuat saingan dengan Bandar-banar yang telah di kuasai oleh voc.

Kebesaran kerajaan banten mulai suram ketika terjadi pertentangan dengan anaknya sultan haji. Ia ingin menjadi raja menggantikan ayahnya, tetapi ayahanya mengangkat adiknya pangeran purbaya. Oleh karma itu sultan haji menyiapkan tentaranya untuk merebut tahta ayahnya yang akan menimbulkan perang saudara di banten. Kapak-kapal belanda berlatar sepanjang pantai untuk menyarang kapal dagang banten bengan tujuan untuk mematikan perdagangan disana. Dalam perang saudara itu sultan haji meminta bantuan pada voc dan inilah merupakan kesempatan baik yang telah dinantikan voc untuk bertindak agar mereka bebas dari serangan banten yang sangat membahayakan kedudukan belanda di Batavia. Akhirnya pad tahun 1683 sultan agung tirtayasa takluk pada anaknya sultan haji. Sultan haji di nobatkan kompani menjadi raja banten pengganti ayahnya sultan agung tirtayasa. Sejak inilah banten kehilangan kemerdekaanya.

3) Kerajaan Banjarmasin.

Sumber sejarah lama kerajaan banjar masin ialah dari silsilah raja-raja banjar dan kota wiringen. Setelah kerajaan goa dan ibu negrinya makasar ditaklukan voc maka kebanyakan penduduknya memilih lautan bebas sebagai tempat kediaman mereka. Di antara mereka ada yang menjadikan banjarmasin sebagai pangkalan mereka. Dari sana mudah di cegat kapal voc yang membawa rempah-rempah dari maluku ke Batavia, pangkalan dagang belanda yang terbesar di asia.

Vlekke mengatakan bahwa banjar masin merupakan pusat perdagangan yang penting,sesudah jatuhnya Makasar. Saudagar –saudagar asing seperti cina, perancis, inggris banyak berdagang di banjar masin. Tambahan pula penduduk banjar masin giat menanam lada yang sangat di gemari oleh saudagar-saudagar asing. Maka banjar masin menjadi kota dagang internasional yang ramai pada akhir abad 17 dan menjadi saingan kota Batavia.berkali- kali di coba belanda dengan cara damai dan perang mengikat banjar masin pada VOC agar berdagang dengan mereka. Tetapi saudagar banjar masin lebih senang berdagang bebas dengan segala bangsa.

Dalam abad 17 sering terjadi pertempuran antara VOC dengan banjar masin. 5 februari 1860 Nieuwenhuizen menghapus kerajaan banjar masin setelah pada tahun 1641 diadakan perdagangan. Setelah pusat-pusat perdagangan di wilayah nusantara di kuasai oleh VOC.

Maka pada tahun 1799 VOC mengalami keruntuhan hal itu disebabkan:

a) Banyak diantara pegawai-pegawai VOC sendiri melakukan korupsi untuk kepentingan pribadi.

b) Peperangan-peperangan yang banyak di lakukan oleh VOC baik yang terjadi di eropa maupun dengan raja- raja di Indonesia.

c) Hal tersebut diatas mengakibatkan VOC mengalami kemunduran ( kas kosong ) sehingga tidak dapat membelanjakan untuk kelancaran perdaganganya.

Pada saat yang bersamaan timbul pula perubahan besar di negeri belanda yakni: pada tahun 1795 raja belanda Willen melarikan diri ke inggris dan menganjurkan agar pegawai-pegawai kompeni menyerahkan jajahan kompeni kepada inggris. Perubahan pemerintahan di negeri belanda mengakibatkan perubahan dalam pimpinan kompeni. Pengurus harian yang terdiri dari 17 orang diganti dengan komite urusan jajahan dan perniagaan hindia timur.

Pada tahun 1798 terdapat undang-undang dasar Bataafsche republik , dalam undang-undang itu ditetapkan sekalian dan milik hutang kompeni diambil oleh Negara.Penetapan ini berlaku pada tanggal 31 desember 1799, dengan demikian berakhirlah kekuasaan VOC di Indonesia. Untuk selanjutnya dalam menetukan system atau bentuk pemerintahan di Indonesia timbul dua aliran:

a) Aliran Dirk Van Hogendorf yang berpendapat VOC di bubarkan dan dilaksanakan perdagangan bebas di Indonesia.

b) Aliran Nederburg berpendapat monopoli perdagangan di lanjutkan di bawah penyelidikan pemerintah. Akhirnya pendapat dari Nederburg di terima oleh pemerintah belanda.

BAB IV

SEJARAH INDONESIA SEKITAR ABAD XIX

Pembahagian sejarah Indonesia abad 19 adalah sebagai berikut:

a) Pendapat dari prof Gongrijp dengan bukunya Scheetseiner Economischiedenis Van Naderlansch Indie berarti gambaran sejarah ekonomi Indonesia yang terdiri dari:

a. Akhir abad 18-1830 disebut Zaman Keraguan.

b. 1830-1870 di sebut zaman tanam paksa.

c. 1870-1900 di sebut zaman Liberal.

b) Pendapat dari Furnifal yang membagi sejarah Indonesia abad 19 dengan bukunya Naderlancs Indie sebagai berikut:

a. 1795 -1815 di sebut zaman kekacuan.

b. 1815- 1830 di sebut zaman belum ada kepastian.

c. 1830 – 1850 di sebut zaman tanam paksa.

d. 1850 – 1870 disebut mulainya Liberalisme.

e. 1870 – 1990 di sebut zaman Liberalisme.

Sejarah Indonesia umumnya Jawa khususnya dalam abad 19 rapat hubunganya dengan sejarah Eropa , khususnya sejarah kerajaan Belanda khususnya, dalam abad 19 kerajaan-kerajaan besar di Indonesia tidak ada lagi. Dalam permulaan abad 20 seluruh daerah Indonesia di paksa mengakui kekuasaan Belanda. Antara 1904-1910 setelah adanya politik pasifikasi di Aceh ( politik perdamaian) maka kekuasaan ekonomi dan politik Belanda di tanam di daerah Indonesia. Mulai pada tahun itu Belanda telah berhasil menanam Pax Neerlandica dan lahirlah Naderlansche Indie sampai 1942. karena mulai dari tahun1910 itu tidak ada lagi kedaulatan yang dimiliki oleh kerajaan- kerajaan yang ada di Indonesia. Zaman pemerintahan Naderlandsche India hanya 35 tahun bukan 350 tahun ( 1910 – 1945 ).

4.1 Perlawanan Rakyat Minang Kabau di bawah Pimpinan Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol.

Perang ini lebih dikenal dengan nama perang Padri 1821- 1837. perang ini disebabkan karena pertentangan kaum adapt dan agama. Pidari yaitu nama kaum yang didirikan oleh H.Miskin dan teman-temanya yang berasal dari kata “ Pedir” (pidie) yaituy negeri di aceh yang merupakan salah satu pusat Islam pada masa itu. Orang yang hendak naik Haji biasanya singgah atau naik kapal di Aceh sehingga banyak orang yang tinggal beberapa lama di Pedir. Pidari adalah : Bentuk kata Arab berasal dari pedir.

Menurut orang Portugis padri berasal dari padre berarti ayah dan dalam bahasa Indonesia berarti pendeta.

Tahun 1803 kembalilah tiga orang Haji dari Mekkah ke Minang Kabau yaitu Haji miskin dari Agam, Haji Sumanik dari Belakang Koto, Haji Piobang dari Tanah Datar. Mereka ini sangat di pengaruhi oleh aliran Wahibi ( aliran Islam ) yang ingin memasukkan pahamnya di Minang Kabau dengan melakukan isalam yang bersih dari pengaruh-pengaruh asing sehingga perlu menyingkirkan kebiasaan-kebiasaan yang ada di Minang Kabau. Hal ini dilakukanya dengan kekerasan diantaranya melarang berjudi,merokok, menyabung ayam makan sirih dan minum tuak. Di samping itu di Minang Kabau terdapat sistim matrilineal ( menurut garis ibu) yang berkuasa mengendalikan harta ialah pihak perempuan. Dalam islam pembahagian warisan dari pihak laki-laki.

Akibat hal tersebut diatas timbul tiga aliran di Minang Kabau:

a. Aliran islam yang sebersih- bersihnya

b. Aliran yang ingin mempertahankan adapt

c. Aliran yang mempergunakan jalan tengah yang berkembang sampai sekarang ialah aliran yang ketiga dengan menyatukan hukum adapt dan syaraq.

Pemuka kaum padri pada mulanya ialah Tuanku Nan Tua di Koto Tuo, Tuanku Nan Renceh dari kamang mereka mengada peperangan dengan kaum adapt dan berhasil merebut Bukit Kamang, Candung, Baso, dan Matur. Dalam tiap-tiap kampung yang kalah diangkat oleh Tuanku Nan Renceh seorang Tuanku Imam dan seorang khalifah ( melakukan pekerjaan hakim). Dari Alahan Panjang ( daerah Bonjol terdapat seorang bekas murid Tuanku Nan Tuo bernama Malin Basa ( imam Bonjol) dan didaerah itu menjadi pusat kegiatan peperangan tersebut.

Kaum padri Bonjol mendirikan pemerintahan yang di pegang oleh empat orang sehingga di sebut “ berempat Selo “ ( Raja Ampat). Salah seorang raja ampat yang terkenal ialah Tuanku muda kemudian menjadi tuanku Iman.

Tujuan perang Padri:

a. Supaya orang setia pada agama islam.

b. Hendak mengantikan adapt dengan aturan islam sesungguhnya

c. Untuk menentang penjajahan Belanda.

Sebab belanda membantu kaum adat:

a. Belanda menyadari bahwa kaum padri akan menjadi saingan besar di lapangan perdagangan.

b. Kaum padri sangat benci kepada orang yang bukan beragama islam.

Mulainya Perang Padri

Pertentangan yang terdapat antara kaum adat dan kaum kolot menentang kaum padri. Kaum kolot dan adat minta Bantu pada Belanda denga mengirim Tuan Suruaso dan beberapa penghulu ke padang untuk dapat bantuan dari pemerintah Belanda. Untuk itu Belanda mengirimkan pasukanya ke Pagaruyung dan Bukit Tinggi untuk menahan serangan kaum Padri.

Sebelum itu padang di kuasai inggris berdasarkan perjanjian Treaty of London 1824, Padang dikuasai oleh Belanda dan merupa kesempatan baik untuk menguasai Sumatera Barat karena Minang Kabau sendiri minta Bantu ke pada Belanda.

Pada tahun 1822 dikirimlah pasukan ke semawang yang dimpin Oleh panglima Liam Belanda. Mula-mula pasukan itu dapat di kalahkan oleh kaum padri tetapi kemudian orang Belanda dapat merebut kampung itu dengan jumlah korban yang sangat merugikan. Lascar diandalas barat di perkuat dan di pimpin oleh Letkol. Raaff dengan merebut Lintau tempat kediaman tuanku Pasaman.

Pagaruyung di duduki oleh belanda dengan mendirikan benteng yang bernama “ Fort Van Der Capellen di batu Sangkar, dalam pada itu Letkol Raff di panggil ke Batavia untuk memberi keterangan tentang kejadian di Minag Kabau. Sampai di sana ia diserahkan pangkat Residen di padang dengan tujuan untuk mengembalikan ketentraman di minang Kabau sedapat mungkin secara damai.

Pada tanggal 22 januari 1824 diadakanlah perjanjian di Masang antara Padri dengan Belanda isinya adalah :

a. Tidak akan menyerang dengan menghormati batas masing-masing.

b. Padri mengadakan perdagangan dengan Belanda . tetapi perjanjian tersebut di langgar oleh Belanda dengan mengadakan penyerangan terhadap kota Pandai Sikat dan Kota Lawas

Setelah Raffles meninggal diganti oleh Letkol De Stuers tindakanya ialah:

a. Mengadakan aturan pajak ( cukai ) terhadap barang yang di bawa ke pasar.

b. Tahun 1824 mendirikan benteng di bukit Tinggi dengan nama Fort de Kock.

c. Daerah-daerah serdadu di kurangi.

1825-1830 Belanda tidak bergerak diam di benteng karena di Jawa sedang berkobar perang diponegoro. Kaum padri Bonjol dapat meluas daerahnya sampai ke mandailing. Permulaan bulan maret 1831 Letkol. Elout di kirim ke padang berpangkat residen serta membawa pasukan baru. Pada tahun 1832 datang pula pasukan lagi dari Batavia di pimpin oleh Sentot Alibasa.Benteng Amerongen di Rawo di kepung oleh penduduk Rawo karena yang dipertuan Rawo bersekutu dengan kaum Padri. Mulai saat itu kaum padri dan kaum adat bersatu melawan Belanda. Tentara yang di pimpin oleh sentot pun bersekutu dengan Minang Kabau untuk melawan kekuasaan Belanda. Karena itu sentot di bawa oleh Belanda ke Batavia dan dipaksa tinggal di Bengkulu.

Pada tanggal 16 september Komisaris Jendral Van Den Bosh menyerang Matur tetapi sia-sia sehingga terpaksa kembali kebukit Tinggi dengan mengeluarkan peraturan bahwa cukai pasar di hapuskan, pekerjaan kuli buat tentaraharus dapat upah lima sen sehari.

Van Den Bosh mengadakan perdamaian dengan kaum Padri Bonjoltetapi syarat yang di majukan oleh Tuanku Imam antara Lain Sultan Alam Bagagar Syah harus dikembalikan dengan menyerahkan pangkat yang dahulu. Hal ini membuktikan bahwa aliran padri dan kaum adapt telah bersatu.

Pada tahun 1834 Kolonil Bauer tiba di padang untuk merebut Bonjol dengan tiba-tiba sehingga daerah itu tertutup sama sekali. Muslihat itu di balas oleh Tuanku Imam dengan mengorbankan perlawanan di daerah lain sehingga belanda tidak sanggup menyerang Bonjol.

Tahun 1836 Kolonel Bauer diganti dengan Jendral Mayor Cochius memeriksa keadaan di Minang Kabau untuk menjalankan tindakan yang di rasa perlu.Sebelah Utara dan Timur Laut Bonjol di rebut dahulu baru Bonjol di kepung. Bantuan datang lagi ke Alan . panjang awal agustus yang di pimpin Letkol Michiels. 15-16 Agustus 1837 Bonjol jatuh ke tangan Belanda di bawah pimp[inan Michiels dan Cochius. 28 oktober 1837 Tuanku Imam Bonjol menyerah pada Belanda dan di kirim sebagai Tawanan ke Batavia dan diasingkan ke Cianjur karena di sana ada islam maka dia di buang ke Ambon terus ke Minahasa dan meninggal tanggal 6 november 1864.

Akibat Perang Padri:

a.Perluasan kekuasaan Belanda sampai ke Tamanuli Selatan.

b.Dilaksanakan tanaman paksa kopi di sumbar, Bengkulen tapanuli Selatan.

Orang Rawo dan Tuanku Tambusai ( 1834) bersama kaum padri dapat merebut benteng Amerongen kemudian setelah Bonjol Jatuh Tuanku Tambusai melanjutkan peperangan melawan Belanda.

4.2 Perang Diponegoro

Keluarga dan turunan di ponegoro

Ia dilahirkan tahun 1785 anak Sulung dari sultan Hamungkubuono III di Jogjakarta. Ia dipelihara oleh Moyangnya Ratu Ageng. Istrinya bernama Ratna Ningsih nama kecil dari di Ponegoro ialah Ontowiryo.

Cita-cita perjuangannya:

a. Mendirikan dan membangun masyarakat baru yang merdeka bersendikan adat dan Agama.

b. Melenyapkan penindasan dan pemerasan yang dilaksanakan oleh pemerintah belanda yang tidak mengenal prikemanusiaan.

Sebab-sebab perang di ponegoro:

a. Kemelaratan rakyat yang meliputi pajak Jalan, pajak pasar, pajak jembatan yang sangat berat dan di lakukan oleh bangsa Tionghua.

b. Daerah kekuasaan raja dikurangi oleh pemerintah Belanda.

c. Dipenegoro mempertahankan adapt-adat Jawa dan membela nasib rakyat.

d. Kaum bangsawan tidak mempunyai penghasilan lagi untuk menegakkan martabatnya.

Casus belli perang

a. Segala keputusan tidak dirundingkan dengan dipenegoro sebagai wali sultan dan mangkubumi.

b. Perselisihan antara patih dengan dipenegoro.

c. Tindakan belanda dengan beberapa orang sahabatnya bangsa Indonesia di Tegal Rejo.

a) Residen smissaert dan patih menyuruh membuat jalan baru melalui Togal Rejo ( tanah moyangnya) tanpa seizing di ponegoro yang menimbulkan kemarahan di ponegoro. Dalam hal ini Belanda mengirim serdadunya.

b) Tujuan pengiriman serdadu untuk menangkap di ponegoro dan di sertai melaksanakan pembakaran Istana dan Mesjid di ponegoro ( lihat di ponegoro karangan M. Yamin. ).

Pemimpin Perang :

a. Diponegoro sendiri sebagai pemimpin rakyat.

b. Dari golongan bangsawan ialah mangkubumi

c. Dari golongan pemuda ialah Sentot Alibasa

d. Dari golongan Alim Ulama ialah Kiai Mojo.

Dasar peperangan ialah melawan kekuasaan Belanda untuk mengembangkan agama suci berdasarkan hukum islam.

Pasukan Di ponegoro

Di ponegoro mempunyai pasukan sendiri bernama Berdjumat. Pelopor Istimewa terdiri dari 800 orang bersenjatakan tombak, pisau, bedil, tongkat, pistol, dan dibawah tanah di pasang ranjau. Tiap-tiap daerah yang ikut berperang merdeka dalam menjalankan siasat perang. Tiap-tiap pasukan membawa bendera merah putih dan bendera kuning.

Periodesasi peperangan diponegoro:

a) Sekitar Selarong 21 juli 1825 di pimpin oleh di Ponegoro, Belanda di pimpin oleh Kock. Setelah di ponegoro melihat Tegal Rejo di baker oleh belanda iapun pergi bersama. Dengan Mangkubumi pada waktu itulah diponegoro mengucapkanya kalimat yang masyhur kepada istrinya : peperangan sudah mulai. Kita akan pindah ke Selarong dan peperangan di sini pasukan di ponegoro di peroleh kemenangan yang dipimpin oleh Mulyasentika.

b) Sekitar Dekso 4 november 1825. diponegoro memindahkan pusat peperangan dengan tujuan untuk mengerakkan rakyat sebelah utara dan Barat serta dapat menghubungkan gerakan di Kedu dan Banyumas. Daerah ini baik sekali untuk pertahanan.

c) Sekitar pleret.

Pertahanan disini di serahkan kepada Kerta pengalasan dengan tujuan mendirikan pusat Negara baru untuk mengacau siasat Belanda. 9 juni 1826 pasukan Belanda menyerang kota tersebut bersama dengan tentra Mangkunegara dengan melakukan pembunuhan secara ganas. Penyerangan kraton peleret, kerta pengelasan dig anti dengan prawiradirja ( sentot ) dan Prawirakusuma. Dalam perjalanan tentera Belanda hendak kembali ke Jogja, pasukan Belanda mati terbunuh kecuali Jendral Van Geen terjadi di daerah lengkong 30 juli 1826 yaitu kekalahan besar bagi Belanda selama perang Diponegoro.

Dekso terkenal dengan Benteng pagar Bambu. Di situ diponegoro dinobatkan jadi kepala Negara dengan Gelar “ Sultan Abdul Hamid ( Erucokro ) Amirul mukmin Saidin Ponotogomo Halifatullah tanah Jawi.

Dari gelar itu tersimpul beberapa pengertian:

a. Terbentuknya Negara Merdeka

b. Kedaulatan kepada rakyat

c. Menginginkan pembaharuan

d. Sumber tertinggi Firman Tuhan.

Kemenangan dalam priode ini merupakan tragedy dan kepahlawanan diponegoro. Sultan dan Wali Sultan Mataram terbunuh karena berpihak kepada belanda tapi mayatnya tetap di selamatkan secara Islam.

d) Sekitar di kaki Gunung Berapi

Sekitar sebelah Timur Jogja Agustus 1826. pepindahan medan perang tersebut dengan maksud mengikut sertakan rakyat sekitar pajang untuk siasat supaya sebelah Barat di tinggalkan Belanda. Pemutusan hubungan Jogja-Solo, menyegerakan putusan perang dan merebut Solo, setelah mengalami beberapa kali peperangan di ponegoro selamat di timur dan menyusun siasat perang. Sampai Bulan September 1826 di Ponegoro terus menang . peperangan di Gawok 15 Oktober 1826 ( dekat Kartasura ) pasukan Belanda di pimpin Oleh Cochius. Di ponegoro sendiri mendapat luka parah pad tumit kiri dada sebelah kiri dan tangan kanan. Setelah dirawat beliau kembali ke Medan peperangan kemudian sekali lagi Diponegoro mendapat luka parah diangkut ke Rejoso dan di Rawat selama tiga bulan.

Sistem peperangan Di ponegoro 2 tahun mula-mula ialah dimana saja mengambil daerah peperangan dan dipimpin dari daerah lain sehingga pulau Jawa merupakan Medan perang. Pusat pemerontakan beralih-alih sedangkan yang dipimpin Diponegoro. Dalam menghadapi siasat tersebut Belanda terpaksa mengadakan siasat perang “ system Terbenteng “ maksudnya ialah :

  1. Membasmi api pemberontakan di tiap- tiap daerah
  2. Memutuskan hubungan gerombolan rakyat yang satu dengan yang lain.
  3. Menguatkan penjagaan benteng-benteng itu sebagai perangkap di panegoro sehungga daerah operasinya bertambah kecil.

Karena system ini pergerakan di penogoro bertambah sulit, dalam 3 tahun peperangan, pemimpin perang, diponegoro satu persatu memihak musuh antara lain pangeran Mangkudiningrat dan saudaranya Wiradaningrat menyerah kepada Belanda di daerah Kedu.

Atas anjuran Jendral de kock karena peperangan telah berlangsung lama keuangan tidak mengizinkan lagi sehingga pihak Belanda mengajukan perdamaian kepada diponegoro denagn perantara Kiyai Mojo ( telah menyerah ke pada Belanda).

Dalam perundingan Letnan Roopt menyatakan : Belanda minta damai asal Diponegoro tidak mengajukan permintaan yang tinggi dalam permusyawaratan tersebut tetapi mengalami kegagalan. Dari daerah Sungai Bogowonto menuju ke Kedu disini Sejarah peperangan diponegoro akan berakhir.

Sentot berperang di Jogja Selatan. Pada Tanggal 21 September 1829 de Kock mengeluarkan pengumuman yang di kenal dengan hadiah kianat yang isinya : Barang siapa yang dapat menangkap diponegoro hidup atau mati akan di beri hadiah uang,pangkat dan tanah. Tahun 1829 Ali Basah menyerah bersama 20 orang Bupati ke pada Belanda sedangkan Diponegoro terus mengembara untuk melaksanakan tujuannya. Di ponegoro telah banyak kehilangan sahabat ada yang menyerah, tewas sehingga diponegoro terpaksa menyusun tenaga baru menggantikan pahlawan-pahlawan yang telah hilang.

Pertemuan di Menorah 16 Januari 1830 terjadi dua kejadian penting berpusat di Jakarta dan Di Kejawan ( dekat Menoreh ). Di Jakarta Waktu itu terjadi Gubernur Jendral Dubus de Gsigneis kembali kenegeri Belanda dan diganti oleh Gubernur Jendral Van Den Bosch (Bapak Culturstelsel) demi untuk memperbaiki keuangan pemerintah Belanda yang telah kosong akibat perang. Waktu itu dikaki gunung Menorah ( Kejawen) di lakukan pertemuan antara diponegoro dengan Wakil Markas besar tentera Belanda Cleerens. Diponegoromengusulkan agar permusyawaratan di hadiri Jendral de kock yang ada di Jakarta dan memberi kemerdekaan badan selama perundingan berlangsung.

Tanggal 28 maret 1830 permusyawaratan di mulai di magelang. Permusyawaratan di hadiri oleh diponegoro,de kock, residen Solo dan Kiyai Badaruddin. Dalam perundingan itu de kock menanyakan “ Apakah kemauan diponegoro ( kemaun tuan )”. Diponegoro menjawab, nanti saya akan ajukan dan kalau Tuan tidak setuju saya akan kembali kepengunungan Menoreh. Keinginanya ialah :

a. Mendiri Negara Merdeka di bawah seorang Sultan.

b. Amirul mukmin menjadi kepala masyarakat islam diseluruh Jawa.

De kock menjawab: permintaan tuan terlampau tinggi dan itu adalah tujuan perang. Kalau begitu tuan tidak dapat kembali ke pengunungan dan diponegoro mengatakan bahwa de kock adalah menipu orang yang di bawa bermusyawarah. Dalam pada itu de kock memerintahkan seorang Opsir untuk membawa diponegoro keluar dan langsung dibawa ke semarang kemudian menuju Batavia.

Pada tanggal 3 mei 1830 dengan kapal pallux berangkat kemanado bersama dengan keluarganya sebagai tempat untuk pembuangan selamanya.kemudian dia di pindahkan lagi ke makasar di benteng Roterdam. 8 januari 1855 diponegoro wafat di makasar.

Kekurangan yang ada pada bangsa Indonesia dalam menghadapi kolonialisme Belanda dalam perang Diponegoro :

  1. Tidak adanya persatuan dan perpaduan tenaga dari seluruh bangsa Indonesia.
  2. Tidak terdapatnya kebulatan tekad dan kurang mahir dalam mempergunakan saat yang tepat.
  3. Kurang pandai memilih saat dan waktu yang tepat dalam mengadakan perundingan.

Tindakan-tindakan kolonialisme Belanda terhadap pemimpin-pemimpin pejuang dalam perang diponegoro:

a. Untuk mencapai maksudnya kolonialime belanda selalu menggunakan tipu muslihat untuk melemahkan semangat pemimpin pejuang.

b. Selalu bersikap ramah ( baik ) ketika merasa dirinya belum kuat.

c. Tidak segan-segan mengeluarkan hadiah demi untuk mencapai tujuan seperti “ hadiah khianat” untuk menangkap diponegoro.

d. Mengangkat kembali Hamungkubuono II jadi Sultan setelah terlebih dahulu di pecat dan dibuang.

Akibat perang diponegoro

Pada tanggal 27 September 1830 di tanda tanggani surat perjanjian antara pemerintah Surakarta, jogjakarta dan wakil pemerintah Belanda untuk mengubah batas-batas Surakarta dan Jogja di mana masing-masing daerah di perkecil. Untuk membujuk hati rakyat pemerintah Belanda menghapuskan sekalian “ gerbang cukai “ di Surakarta dan Jogjakarta serta larangan menyewah tanah kepada bangsa asing di cabut.

4.3 Culture Stelsel (Tanam Paksa) 1830-1870/1915

Pada tahun 1830 Gubernur Jendral Dubus dig anti oleh Gubernur Jendral Van den Bush, seorang yang terkenal dengan politik Cultur Stelsel. Van den Busc melanjut politik kompeni dalam bentuk yang lebih tersusun untuk menyelamatkan keuangan di negerinya. Pada tahun 1830 ia tiba di Jawa setelah ponegoro di tawan dan bekerja untuk melaksanakan peraturanya tersebut. Desa Jawa dipergunakan untuk produksi Export. Rakyat dipaksa menanam tanaman yang laku bagi pasaran Eropa.

Sebab-sebab diadakan Cultur stelsel:

a. Pemerintah Belanda mengalami Devicit dalam keuangan yang disebabkan karena peperangan melawan inggris yang banyak memakan biaya.

b. Akibat pemberontakan Belgia yang menuntut kemerdekaanya terhadap Belanda.

c. Perusahaan NHM yang diharapkan merupakan sumber penghasilan mengalami kerugian karena mendapat persaingan dari pedagang-pedagang inggris.

d. Akibat perang diponegoro.

Peraturan Cultur Stelsel.

Dalam peraturan ini merupakan suatu perjanjian yang cukup baik, isinya ialah :

a. Dengan rakyat diadakan perjanjian bebas bahwa sebagian tanahnya, di serahkan pada pemerintah untuk ditanami dengan tanaman yang laku untuk pasaran di eropa.

b. Luas tanah yang di sediakan tidak boleh lebih 1/5 dari sekalian sawah desa.

c. Jumlah waktu untuk menanam tanaman tersebut tidak boleh lama dari pemeliharaan yang dibutuhkan untuk penanaman padi.

d. Jumlah tanah tersebut di bebaskan dari pajak tanah.

e. Apabila menurut tafsiran harga hasil bumi yang di usahakan oleh rakyat maka jumlah kelebihan itu akan di kembalikan pada rakyat.

f. Apabila panen rusak bukan karena kelalaian rakyat resikonya di tanggung pemerintah.

g. Penduduk bekerja di bawah pimpinan dan pengawasan kepala sendiri- sendiri.

Pelaksanaanya.

Tidak mungkin pemerintah mengadakan perjanjian sukarela dengan petani yang tidak mengerti dengan persoalan tersebut dan mereka patuh pada atasan.

Perjanjian sukarela berarti mengakui hak seseorang. Dalam prakteknya pemerintah Belanda melakukan paksaan dimana rakyat dipaksa untuk menanam tanaman baru yang belum dikenal oleh rakyat. Supaya pegawai-pegawai Eropa rajin mendesak rakyat agar bekerja lebih giat kepada mereka itu diberi hadiah bergantung pada jumlah hasil bumi yang diperoleh di Daerahnya masing-masing.

Tanam paksa Jati disebut : Bleendong diens dan tanaman kopi disebut Prianger Stelsel yang di mulai tahun 1706.

Sebab-sebab kopi lama di tanam ialah karena sangat menguntungkan pemerintah Belanda dan baru pada tahun 1915 tanaman paksa kopi di hapuskan. Priangan Stelsel merupakan pendahuluan dari Culturstelsel.

Akibatnya ialah :

a. Negara Belanda mendapat keuntungan besar tahun 1831-1877 sebesar f.823.000.000.

b. Pemerintah Belanda dapat membiayai perang dengan Belgia.

c. Segala Hutang-Piutang pemerintah Belanda dapat dilunasi.

d. NHM mendapat untung dan terhindar dari kebangkrutanya.

Akibatnya bagi bangsa Indonesia:

a. Jatuhnya miskin karena upah Buruh di Indonesia terutama dari perkebunan kopi 4 tahun di Indonesia sama dengan sebulan di negeri belanda.

b. Kepadatan penduduk menjadi berkurang karena timbul bahaya kelaparan.

c. Timbulnya Disintegrasi yang besar di Indonesia.

Jatuhnya Cultur stelsel di sebabkan karena perkembangan liberalisme di negeri Belanda.

Pada tahun 1848 timbul Revolusi sosial di Eropa mengakibatkan timbulnya perubahan dalam Undang-Undang dasar pemerintahan Belanda mengenai tanah jajahan ( Regerings Reglement ). Pada tahun 1854 dengan demikian penjajahan di Indonesia disusun berdasarkan sentaralisasi. Segala urusan pemerintah di pegeng oleg Gubernur Jendral di Bogoratau oleh pejabat-pejabat pemerintah Hindia Belanda isinya di yang diberi kuasa oleh Gubernur Jendral

Dalam parlemen Belanda aliran Liberal memperoleh kemenagan dan meminta tanah jajahan lebih baik dari pada yang telah diperaktekkan. Sebagai rentetan dari pengaruh tersebut di atas maka timbullah undang-undang untuk menghapus tanam paksa:

a. Undang-undang Comtabilitas 1866 yang mengingini rencana perbelanjaan Indonesia harus diperbuat oleh pemerintah Indonesia bersama pemerintah Belanda. Rencana itu harus sampai kepada Staten General Belanda sehingga secara langsung mempengaruhi kebijaksanaan di Indonesia.

b. Undang-undang Agraria 1870 oleh de Waal. Tanah milik rakyat , tidak boleh di jual kepada bangsa asing untuk itu hak milik tanah terdiri dari :

a) Hak orang pribumi atas tanah harus di hormati untuk itu tanah terbagi dua bahagian:

- Vrijlandomein ( tanah kepunyaan pemerintah) terdiri dari:

1) Eigendom hak milik yang boleh di jual pemerintah pada swasta tidak boleh lebih 10 bahu.

2) Opstal yaitu: swasta dibenarkan mendirikan bangunan tambang-tambang atas tanah tersebut.

3) Erpacht tanah yang disewakan pemerintah paling lama 75 tahun.

- Onvrije landsdomein yaitu tanah rakyat boleh di sewakan dengan peraturan tertentu.

Mulai tahun 1870 pemerintah belanda melaksanakan sistim perekonomian yang di kenal dengan politik pintu terbuka” di mana modal asing boleh di tanam di Indonesia.

4.4 Politik Etik (Politik Balas Budi)

Politik Etika ialah suatu politik atau tindakan yang berdasarkan ketinggian Jiwa ( kesusilaan). Politik ini muncul pada Abad ke 19. di Negeri belanda timbul paham-paham progresif yang ingin mengadakan perbaikan nasib bangsa Indonesia. Beberapa tokoh yang menganut paham ini ialah:

a. Neuwenheuts dalam pembicaraan dan tulisan-tulisannya menuntut agar pemerintah Belanda mengembalikan uang yang diperolehnya dari Indonesia.

b. Baron Van Hovel seorang pendeta yang menuntut agar diadakan perbaikan nasib bangsa Indonesia dalam siding DPR Belanda.

c. E. Douwes Dekker ( multatuli) yang berarti saya menderita. Ia menulis buku Max Havelaar. Ia melukis penderitaan rakyat Indonesia di banten akibat pemerasan sewenang-wenang dari Bupati dan pegawai pemerintah dalam menjalankan Cultur Stelsel.

d. Tahun 1899 Mr. Van de Venter menganjurkan kepada pemerintah Belanda supaya menjalankan “ politik Etika “ dengan menulis sebuah karangan yang berjudul “ Ereschuld” ( hutang yang harus di bayar untuk menjaga kehormatan.) ia menghitung bahwa hutang negeri Belanda pada tanggal 1 januari 1900, 187.000.000 rupiah. Karena Hutang telah diambil dan tidak dapat dibayar dengan uang oleh pemerintah belanda, maka Van de Venter mengemukakan Trias politiknya ( TRI Logi Van de Venter) yang meliputi irigasi ( pengairan), Transmigrasi ( pemindahan penduduk) dan Educatie ( pendidikan).

Tujuan/pelaksanaan politik Etika

Tujuan politik tersebut adalah baik karena meningkatkan kehidupan rakyat yang selama ini sangat menderita tetapi ini hanya bersifat tiori saja.

Pelaksanaanya:

a. Irigasi atau pengairan telah dilaksanakan oleh pemerintah tetapi bukan untuk perkebunan rakyat melainkan di tentukan kepada perkebunan partikulir.

b. Transmigrasi (pemindahan penduduk) telah dilaksanakan oleh pemerintah belanda dari Jawa ketanah sebrang. (Sumatera, sulawesi,Kalimantan). Pemindahan itu dilaksanakan adalah untuk kepentingan kaum kapitalis yang membutuhkan tenaga buruh.

c. Edukasi (pendidikan), Pendidikan di tujukan untuk kepentingan sipenjajah. Sekolah-sekolah mulai didirikan dari sekolah rendah (sekolah Desa) sampai sekolah tinggi. Tapi yang bersekolah hanyalah beberapa orang saja seperti anak-anak bupati dan orang-orang yang dianggapnya intelek. Setelah tamat mereka ini dipekerjakan sebagai juru tulis sedangkan kedudukan yang penting tetap dipegang oleh orang Belanda.

Akibat politik etika bagi bangsa Indonesia

Walau ada perobahan dari tanam paksa ke ekonomi liberal yang mengakibatkan terjadinya internasionalisasi perdagangan di Indonesia dengan munculnya perusahaan-perusahaan besar di bidang perkebunan dan pertambangan. Jadi jelaslah bagi kita bahwa, politik yang berdasarkan kesusilaan itu hanya di jalankan sebagai kodok saja dari pemerintah belanda untuk kepentingan kaum kapitalis. Tetapi walaupun demikian tidak sedikit pula memberi akibat dan pengaruh kepada bangsa Indonesia, antara lain:

a. Rakyat berangsur-angsur mengalami kemajuan walaupun secara nyata menguntungkan Belanda. Terhadap rakyat Indonesia merupakan pengalaman serta dasar untuk masa yang akan datang.

b. Lahirnya pergerakan nasional dengan mendirikan bermacam-macam bentuk organisasi dengan tujuan ingin bebas dari belengu penjajahan.

4.5 Perang Aceh 1873-1904

Tanggal 29 Januari 1819 Raffles mendirikan pulau Tumasik (Singapura). Pemerintah Belanda mengadakan protes atas tindakan Raffles yang mengakibatkan Belanda mengadakan perundingan di London pada tahun 1824. Isinya:

a. Kepulauan sebelah Selatan garis lintang Singapura adalah jajahan Belanda.

b. Daratan Asia yang masih di kuasai Belanda diserahkan kepada Inggris, maka ditukar dengan Bengkulen.

c. Belanda harus menghormati kedaulatan Aceh karena Aceh menjamin ketentraman Selat Malaka.

Tahun 1871 diadakanlah Traktat Sumatera, sebabnya ialah:

a. Pada tahun 1842 James Brooke menduduki Serawak

b. Tahun 1857 seorang Inggris (Wilson) meniru perbuatan itu karena ingin menduduki Siak tapi gagal.

c. Pada tahun 1858 terjadi perjanjian Siak dengan Belanda, hal ini menimbulkan kemarahan Aceh karena Siak adalah daerah takluknya.

d. Pada tahun 1869 Terusan Suez, Selat Malaka merupakan urat nadi lalu lintas dari Barat ke Timur sehingga kedudukan Aceh menjadi sangat penting.

Pada tahun 1871 isi traktat Sumatera ialah memberikan keluasan kepada Belanda untuk bertindak di Aceh agar keamanan lalu lintas di Selat Malaka terjamin.

Peranan pembukaan Terusan Suez 1869:

a. Hubungan Eropa dengan Asia bertambah dekat.

b. Hal itu menimbulkan kecemasan bagi Inggris dan berusaha mempertahankan daerahnya.

c. Belanda melihat kapal-kapal asing hendak ke Asia harus melalui Selat Malaka dengan sendirinya Aceh menjadi sangat penting, Belanda berusaha untuk menguasai Aceh.

Sebab-sebab Perang Aceh

Reaksi Aceh terhadap tindakan Belanda itu ialah Aceh mengadakan hubungan dengan Konsul Turki di Singapura dan Konsul Amerika. Hal inilah yang menimbulkan perang Aceh berlangsung kira-kira 30 tahun lamanya.

Taktik perang Aceh ialah Sistem “Gerilia” dengan melakukan serangan dengan tiba-tiba dan menghilang dengan tiba-tiba pula.

Belanda menggunakan Sistem “Benteng Stelsel” dan Politik Pasifikasi.

Aceh sulit dikalahkan karena susunan pemerintahannya yang berlainan dimana kekuasaan Sultan dan Panglima Sagi di daerahnya masing-masing sama. Hanya kalau mengadakan hubungan dengan luar negeri Sultanlah yang berkuasa.

Susunan Pemerintahan Aceh

Gampong adalah daerah yang terkecil di Aceh yang dipimpin oleh seorang “Olebalang”. Sagi (beberapa gampong dipersatukan di pimpin oleh “Panglima Sagi” yang memilih Sultan Aceh.

Aceh besar dibagi atas 3 Sagi yang disebut Mukim XXII, XXV, XXVI, tiap mukim di pimpin oleh seorang imam yang berkuasa dalam hal keagamaan.

Tahun 1866 datanglah seorang Habib “Said Abdul el-Rahman” yang mengaku keturunan Nabi Muhammad yang sangat berpengaruh di Istana yang mengakibatkan timbulnya dua partai yang saling bertentangan di Aceh:

a. Partai Aceh yang dipimpin oleh Sultan Teuku Bait.

b. Partai Arab yang dipimpin oleh Habib dan Panglima Polim.

Tahun 1870 Sultan meninggal dan timbullah kekacauan di Istana Partai Arab menang, Putra Sultan di angkat sebagai Sultan dengan gelar Sultan Mahmud Syah 1870-1874.

Tahun 1870 Sultan meninggal dan timbullah kekacauan di Istana, Partai Arab menag. Putra Sultan diangkat sebagai Sultan dengan gelar Sultan Mahmud Syah 1870-1874.

Fase-fase Perang Aceh

a. Tahun 1873 kapal Belanda berlabuh di pantai utara Aceh mereka hendak berunding tapi utusan yang di kirim Belanda mati terbunuh. Maka mendaratlah tentara Belanda yang di pimpin oleh Jenderal Kohler yang tewas dalam perang tersebut (serangan Belanda gagal).

b. Pada tahun 1873-1878 pasukan Belanda di pimpin oleh Van Swetten Istana dapat direbut dan dijadikan markas (1874) di Kota Raja (Banda Aceh).

Tahun 1878 memerintah Tuanku M. Daud Syah. Syeh Saman Ditiro seorang ulama di Pedir ia mengumumkan Perang Sabilillah maka mengalirlah bantuan berupa tenaga senjata dan makanan ke Montasi markas besar Panglima Polim di Sagi XXII.

c. Tahun 1878-1893 Belanda di pimpin oleh Gubernur Militer Van Der heyden dengan taktik menyerang keluar Sagi XXII. Dalam fase ini Habib berkhianat terhadap Aceh sehingga tewas seorang pahlawan yang besar pengaruhnya “T. Lam Nga”. Belanda mengadakan siasat disamping senjata juga menggunakan janji-janji baik uang, dan pangkat untuk membujuk pimpinan Perang Aceh berpihak kepada Belanda. 2 tahun sesudah kehilangan pimpinan tuanya, Tuanku Umar berpihak kepada Belanda (1893-1896). T. Umar diangkat oleh Belanda sebagai Johan pahlawan dengan tentara 250 orang. Demikianlah taktik Belanda untuk mengikat T. Umar. Tetapi ketika pasukannya dapat menguasai senjata yang lengkap tahun 1896 ia meninggalkan tentara Belanda dan bersatu memperkuat barisan Aceh kembali.

Perbuatan Tuanku Umar itu menyadarkan Belanda dimana Politik Belanda dengan mengadakan janji-janji uang dan pangkat menjumpai kegagalan dan peristiwa itu merupakan bencana besar bagi Pemerintah Belanda.

d. Tahun 1896-1904 Belanda menyempurnakan system perangnya. Van Heutz menjadi Gubernur Militer di Aceh dan mengadakan Sistem Marsose (Majusi menurut orang Aceh). Kesatuan-kesatuan Marsose membanjiri gunung, lurah, hutan rimba di Aceh tanpa member kesempatan kepada pemimpin-pemimpin Aceh untuk istirahat. Demikianlah Dr. Snouck Hurgronje manganjurkan kepada pemerintahnya setelah ia kembali dari Mekkah untuk mempelajari agama islam. Di aceh ia bergaul dengan ulama Aceh yang berpihak kepada Belanda dengan sendirinya ia mengetahui adat istiadat sejarahnya dan sifat-sifat orang Aceh. Laporannya itu dibukukan dengan judul “The Achehers” yang dijadikan pedoman pemerintah Belanda untuk mematahkan semangat rakyat Aceh.

Rumah rakyat Aceh dibakar, hubungan dengan mereka sesame pantai terputus. Daerah gerilya bertambah kecil, persediaan mulai habis. T. Umar menyerah Meulaboh dan dalam pertempurannya itu ia tewas. 10 Januari 1903 Sultan dating ke Sigli untuk berdamai dengan Pemerintah Belanda. Dalam pada itu perlawanan berjalan terus di bawah pimpinan ulama-ulama dan kepala-kepala rakyat disamping itu banyak pula yang menyerah dan meletakkan senjata.

Tahun 1904 Van Heutz meletakkan jabatan karena ia diangkat menjadi Gubernur Jenderal. Sungguhpun secara resmi tahun 1904 perang Aceh selesai, putra-putra ulama Ditiro meneruskan perjuangan mereka hingga tahun 1910.

Dibawah pimpinan Jenderal Van Dalen : pasukan Belanda mengadakan pembersihan sampai ke Gayo dan Alas. Akhirnya perang Aceh berakhir dengan sesuatu perjanjian “Korte Verklaring” (Perjanjian Pendek) yang isinya:

a. Mengakui raja Belanda sebagai yang di pertuan.

b. Tidak boleh mengadakan hubungan dengan Negara asing.

c. Peraturan pemerintah Belanda berlaku untuk semua Kerajaan.

d. Harus semusuh dan sekawan dengan pemerintah Belanda.

Taktik Belanda Mengalahkan Aceh:

a. Mempelajari adat istiadat Aceh.

b. Sistem Consentrasi berbenteng.

c. Melakukan perang yang sangat ganas (Marsose).

4.6 Perlawanan Rakyat Maluku Menentang Penjajahan Belanda pada abad XIX di bawah Pimpinan Patimura

Menurut Convention of London Belanda menerima Indonesia kembali dari pemeritah Inggris. Jawa dan Madura diserahkan pada tahun 1816. Pada tahun 1817 kepulauan Maluku diserahkan kepada Komisaris Engelhard dan Van Middelhoap di Ambon.

Sebab-sebab Perlawanan Patimura

a. Penindasan serta penghisapan terhadap penduduk Maluku yang dilakukan oleh pembesar Belanda pada zaman VOC dan zaman Residen Van Der Berg.

b. Ketidakpuasan rakyat terhadap peraturan Gubernur Van Middlehoap yang membahayakan penduduk negeri yang di suruh menyediakan perahu untuk pemerintah Belanda, semasa pemerintah Inggris peraturan ini telah dihapuskan.

c. Pemerintah Belanda kekurangan uang.

d. Sifat kritis dari penduduk Maluku dengan membandingkan perbuatan pemerintah yang terdahulu dengan pemerintah sekarang.

Pada masa pemerintahan Ingrris mereka banyak melakukan perubahan, perbaikan nasib penduduk dengan melakukan antara lain:

a. Membatasi pekerjaan rodi

b. Menghapuskan kewajiban member Oramboi (perahu pada pemerintah)

c. Menaikan gaji pegawai untuk mencegah korupsi

d. Membayar harga rempah dengan jujur

e. Pemerintah Inggris mendirikan korp yang terdiri dari 500 orang Suku Ambon dengan gaji dan pakaian secukupnya.

Sebab Khusus Perlawanan Rakyat Maluku

Pada bulan Mei 1817 ditengah-tengah penduduk tersiar kabar bahwa semua laki-laki akan dipaksa Belanda untuk jadi serdadu dan mereka akan dibawa ke Batavia. Sebaliknya ke daerah Maluku akan didatangkan tentara Belanda. Hal itu menimbulkan rasa cemas dikalangan masyarakat Maluku mengingat pengalaman mereka pada masa lalu yang akan dikerahkan oleh Residen Van Den Berg yaitu:

a. Penduduk Maluku dipaksa untuk menjadi serdadu dan kemudian dikirim ke Pulau Jawa 1808-1809.

b. Pada waktu mengelilingi Pulau Safarua, Van Den Berg telah menyuruh menangkap semua laki-laki yang kuat untuk dipaksa menjadi serdadu colonial yang akan dikerahkan ke pulau-pulau lain di Indonesia.

c. Seorang laki-laki bernama Eliza Titalei telah diangkat dengan paksa dengan meninggalkan istrinya begitu saja dalam keadaan yang menyedihkan.

Gerakan perlawanan dimulai tanggal 15 Mei 1817 dengan menyerang benteng DUURSTEDE tempat kediaman Residen Van Den Berg dimana beberapa orang bangsa Belanda dapat dimusnahkan.

Perlawanan patimura mendapat sokongan dari seluruh penduduk kepulauan Maluku seperti:

a. Penduduk Seram memberikan bantuan berupa makanan dan peluru.

b. Penduduk Ambon tidak mau menyediakan perahu Kora-kora yang hendak dipakai Belanda untuk menumpas perlawanan di Safarua. Pahlawan Ambon dari jazirah itu yang terkenal ialah Ulu Paha yang beragama Islam.

c. Penduduk Pulau Nusa Laut yang terkenal dengan pahlawannya Faulus Tiahahu raja dari negeri Abubu dengan putrinya Christina Marta Tiahahu.

d. Penduduk Pulau Sulawesi, Flores, Sumbawa, dan Bali member bantuan peluru terhadap perjuangan Patimura.

Pada tanggal 16 Desember 1817 Thomas Matulesi dengan teman-teman seperjuangannya Antoni Ribok, Philip Latumahina, dan Said perintah jam 7 pagi mereka menuju tiang gantungan di hadapan Benteng Niew Victoria di Ambon. Waktu akan dihukum di hadiri oleh Raja TIdore dan ternate dengan tujuan agar mereka tidak akan berontak. Sewaktu Pattimura menuju tiang gantungan beliau berkata “Pattimura Tua boleh dihancurkan tetapi Pattimura muda akan bangkit”. Mayatnya dimasukan kedalam kurung besi. Tanggal 20 Februari 1818 expedisi Belanda yang penghabisan berhasil menangkap pahlawan Ulu Paha kemudian dihukum tembak di Ambon.

Akibat Perlawanan Pattimura

Untuk mengurangi perlawanan di Maluku waktu itu Belanda mengadakan perubahan terutama:

a. Menghapuskan monopoli perdagangan rempah-rempah.

b. Menghapuskan Pelayaran Hongi Tohten.

c. Membayar harga rempah yang lebih tinggi.

d. Pengaruh Koloni Belanda dapat ditanamkan berangsur-angsur untuk kepulauan Maluku.

Karena kehilangan mata pencahariannya, banyak penduduk yang terpaksa masuk Dinas Tentara Belanda atau menjadi Pegawai Belanda. Mereka kemudian dikerahkan menindas perlawanan yang timbul dari bagian lain Nusantara misalnya dalam perang Diponegoro, perang Aceh yang dikenal dengan Politik Devide et Impera.

Jadi dalam perjuangan Pattimura kita melihat adanya toleransi antara Kristen dengan Islam dan seorang Srikandi yang terkenal Christina Marta Tiahahu.

KESIMPULAN

Kekuasaan Imperialisme/Kolonialisme makin dalam dan luas terhadap bangsa Indonesia dengan melalui beberapa fase antara lain:

a. Fase antara tahun 1602-1800

Fase ini merupakan merajalelanya Handels Kapitalisme dimana si kapitalis menanamkan modalnya dengan transaksi perdagangan, yang dipancarkan dalam bentuk perserikatan dagang VOC. Mengingat keadaan negeri Belanda yang miskin, tidak memiliki cukup bahan-bahan mentah maka Handels Kapitalisme yang diwujudkan oleh VOC dengan berbagai cara misalnya politik monopoli dengan Hongi Tochten (campur tangan) dalam masalah kerajaan di Indonesia. Pada hakekatnya hal itu merupakan pengurasan kekayaan Bangsa Indonesia oleh suatu kongsi dagang yang dilindungi pemerintah Belanda. Merajalelanya Handels Kapitalisme VOC itu berakibatkan hancurnya kerajaan-kerajaan pesisir kita serta pedagang-pedagang besar.

b. Fase antara tahun 1800-1850

Fase ini diselingi oleh penjajahan Inggris (Interegnum Raffles) yang berlangsung dari tahun 1812-1816. Penjajahan Belanda dalam fase ini dimungkinkan oleh Kongres Wina, dengan cara memperhebat penindasannya denhan menciptakan cultuurstelsel yang diciptakan oleh Van Den Bosch, adalah suatu cara menghisapan belaka. Stelsel tersebut telah mengakibatkan hancurnya kerajaan-kerajaan pedalama dan kemiskinan petani-petani kita, karena tenaga dan kekayaannya dikuras hais-habisan.

Bahaya kelaparan yang mengancam rakyat telah membuka mata sementara orang-orang Balanda untuk menghapuskan cultuurstelsel.

c. Fase antara tahun 1850-1870

Setelah cultuurstelsel dihapuskan diganti dengan stelsel baru yang tidak banyak bedanya dengan stelsel lainnya. Meskipun telah dianut politik liberal kolonial, pada hakekatnya itu tak lain adalah usaha untuk mematangkan modal pertikelir Belanda.

Kebebasan modal partikelir itu untk beroperasi di Indonesia yang menambah penderitaan Bangsa Indonesia. Kalau dulu ditindas oleh monopoli pemerintah jajahan, kini rakyat ditambah penindasannya melalui perusahaan asing atau onderneming-onderneming Belanda.

d. Fase 1870 – 1900

Perusahaan-perusahaan asing makin bertambah jumlahnya, dalam fase setelah 1870, karena imperialism Belanda makin bersifat internasional berkat politik “Open Door” nya. Perubahan sifat ini tidak membawa kemajuan bagi Bangsa Indonesia (tetap menderita). Perubahan-perubahan kecil bangsa kita yang tidak kuat, bersaing dengan modal asing yang dilindungi pemerintah Belanda, banyak yang bangkrut. Hancurnya perusahaan Indonesia dan dikuranginya tanah pertanian karena digunakan untuk kepentingan-kepentingan onderneming-onderneming menyebabkan rakyat Indonesia menjadi miskin semiskin-miskinnya. Menurut Prof. Huender Bangsa Indonesia menjadi kuli diantara bangsa-bangsa.

Bahaya kelaparan mengancam rakyat, akibatnya menimbulkan kecaman terhadap pemerintah jajahan. Dulunnya tanam paksa telah menggerakkan pena multatuli, maka dalam fase colonial liberal ini muncullah Conrad Van de Venter dengan usulnya yang terkenal “Trilogi Van de Venter”. Usul itu pada pokoknya ialah: pemerintah Belanda telah banyak berhutang pada Bangsa Indonesia yakni hasil-hasil selama “Politik Batig Saldo”, maka karena itu menjadi kewajiban Belanda untuk membayar hutang-hutang itu. Hal itu dikenal dengan “Etische Politick”. Politik etis itu adalah imperialism kebudayaan yang halus sekali. Program edukasinya tak lain ialah pelaksanaan dari politik asosiasi. Politik asosiasi berarti politik penjajahan untuk menghilangkan jurang perbedaan antara penjajah dengan rakyat jajahan, dengan melenyapkan kebudayaan asli untuk diganti dengan kebudayaan penjajahan.

Politik assosiasi akan me-Eropanisir Indonesia. Dalam pelaksanaan politik imperialismenya Belanda tak segan-segan menggunakan kaum feudal untuk memeras rakyat (penyerahan upeti in natura, pajak yang macam-macam), dalam fase sebelum 1800 ialah raja-raja dan setelah 1800 bupati-bupati dan kepala desa.

Penindasan inperialisme Belanda dengan melalui fase-fase tersebut diatas menimbulkan reaksi dikalangan Bangsa Indonesia. Menurut RAYMOND KENNEDY imperialism itu mempunyai ciri-ciri pokok yang akan menimbulkan reaksi bangsa yang dijajah, antara lain:

a. Membeda-bedakan warna kulit (Colour Line).

b. Menjadikan tanah jajahan sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi Negara induk.

c. Perbaikan sosial sedikit.

d. Jarak sosial yang jauh antara bangsa terjajah dengan penjajah.

Reksi bangsa Indonesia sebelum abad ke-20 ialah perlawanan bersenjata yang dilakukan oleh kaum bangsawan serta gerakan yang biasanya disebut dengan nama “ESCAPISTIS” yang biasanya bersifat mistik seperti Rati Adil dan lain-lain, oleh Prof. Wertheim disebut sebagai perlawanan Pasif.

Setelah Abad ke-20, maka perlawanan itu berubah menjadi tindakan nasionalistis yang aktif terwujud gerakan-gerakan nasional yang diorganisir secara modern.

PRIODESASI PEMERINTAH BANGSA

ASING DI INDONESIA

I. BANGSA PORTUGIS

A. Sebab Portugis Datang ke Indonesia

Sejak jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki tahun 1453, yang menyebabkan hasil rempah-rempah tidak bisa diteruskan ke Eropa Barat. Portugis tidak dapat lagi mengambil rempah-rempah dari Laut Tengah. Pemerintah Turki menutup bandar-bandarnya untuk perahu-perahu Kristen. Pada abad ke-15, Bangsa Portugis dengan jalan laut dating ke Indonesia dengan tujuan untuk mengambil rempah-rempah, sebelumnya rempah-rempah dari Indonesia di bawa ke India dan oleh pedagang-pedagang India dibawa ke Persia, dan dari Teluk Persia diteruskan ke Laut Tengah.

B. Jalan Perlayaran Untuk Menemukan Dunia Timur

Bangsa Eropa dalam usahanya mencari daerah rempah-rempah menempuh jalan laut yang dimulai oleh Portugis pada tahun 1486 yang dipimpin oleh Bartholomeuz Diaz yang sampai ke ujung Benua Afrika yang bernama Tanjung Badai, kemudian tahun 1498 dilanjutkan oleh Vasco Da Gama yang sampai di Calicut India, kemudian tahun 1509 sampai di Indonesia, dan tahun 1511 Portugis menguasai Selat Malaka.

C. Kejatuhan Malaka 1511

Pelayaran orang-orang Portugis pada mulanya tidak berdasarkan tujuan ekonomi, tetapi karena negaranya pernah dijajah oleh orang Moor yang beragama Islam, yang kemudian dapat dikalahkannya serta di usir dari negerinya. Portugis mempunyai semboyan dalam penjajahannya yang berbunyi “Gospel, Gold, and Glory” (penyebaran agama, kekayaan, dan kejayaan), dengan semboyan itulah Portugis menjajah Asia khususnya Indonesia. Portugis berusaha untuk menguasai Malaka pada tahun 1511 dibawah pimpinan d’Albuquerque berhasil menguasai Malaka. Sultan Malaka yang waktu itu adalah Mahmud Syah yang terpaksa mengundurkan diri ke Pahang, Sultan berusaha memerangi Portugis tetapi tidak berhasil.

Setelah Malaka dikuasai kemudian mereka melebarkan sayap imperialismenya kedaerah selatan tetapi dapat ditahan oleh kerajaan Demak dibawah pemerintahan Sultan Trenggono. Demak pada abad XV dan XVI menjadi pusat niaga di pesisir Utara Jawa. Akibat Malaka dikuasai Portugis maka pusat niaga dipindahkan ke Banten, dengan demikian Banten menjadi pusat perdagangan internasional di Nusantara. Banten terkenal dengan pusat penghasil lada. Portugis dapat menguasai daerah/bandar-bandar perdagangan sampai ke Timur sehingga pada tahun 1514 Maluku jatuh ketangan Portugis, seperti yang telah diutarakan diatas bahwa selain tujuan ekonomi, yang utama lagi bagi imperium Portugis adalah penyebaran Agama Nasrani, oleh karena itu setiap armada selalu diikuti oleh pendeta-pendeta, diantaranya yang terkenal adalah Franciscus Xaverius yang berjasa dalam mengkristenkan Maluku.

Jadi pengaruh Portugis di Indonesia dapat kita tinjau dalam tiga segi yaitu:

1. Pelayaran/Perdagangan

2. Bahasa/Istilah

3. Agama yaitu Nasrani

Tetapi setelah tahun 1600 kekuasaan Portugis makin mengendur hal ini disebabkan:

1. Permusuhan dengan orang Indonesia.

2. Bangsa Spanyol setelah tiba di Malaka atau Tidore ingin merebut kekayaan.

3. Karena datangnya Bangsa Eropa lain yang ingin berdagang di Indonesia.

Sehingga peperangan tidak dapat dielakkan lagi dan berlangsung selama 5 tahun yang diakhiri dengan pengusiran Bangsa Portugis dari daerah Maluku tahun 1575.

II. BANGSA BELANDA (VOC) TAHUN 1602-1799

A. Sebab-sebab Belanda Datang ke Indonesia

Lisabon adalah pelabuhan perdagangan rempah-rempah Portugis yang terpenting, pelabuhan ini banyak sekali didatangi oleh kapal-kapal Belanda yang memperdagangkan rempah-rempah itu keseluruh Eropa. Negeri Belanda pada waktu itu masih menjadi jajahan Spanyol, kemudian pada tahun 1568 timbullah peperangan antara kedua Negara itu. Pada tahun 1580 Portugis ditahlukkan Spanyol, maka dengan sendirinya Lisabon ditutup bagi kapal-kapal Belanda, inilah yang menjadi dorongan bagi orang Belanda untuk dating ke Indonesia untuk membeli rempah-rempah.

Pada tanggal 2 April 1595 berlabuhlah 4 buah kapal dengan 249 anak buah, yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman, yang pada mulanya mereka diterima baik dan diizinkan untuk membeli lada di Banten, tetapi karena kesombongan mereka maka terjadilah perselisihan sehingga terpaksa meninggalkan Banten.

B. Berdirinya VOC 1602

Tanggal 20 Maret 1602 berdirilah Perserikatan Dagang Belanda (VOC) yang didirikan atas inisiatif Van Olden Barneveld, yang bertujuan sebagai berikut:

a. Untuk menentang bersama-sama kekuasaan Spanyol dan Portugis.

b. Untuk mengatasi resiko pelayaran dengan memakan waktu yang lama dengan jarak yang jauh.

C. Hak-hak Istimewa Yang Dimiliki VOC

Untuk melaksanakan hak-hak yang telah dimiliki oleh VOC diperluas dengan :

a. Penindasan-penindasan berupa pajak yang tinggi.

b. Dibeberapa daerah dilakukan hak exterpasi.

c. Pedagang perantara dengan menggunakan orang cina.

d. Mengadakan tanam paksa.

e. Taraf perkembangan di Indonesia.

D. Taraf Perkembangan di Indonesia

Abad XVII merupakan puncak kebesaran VOC di Indonesia. Hal ini dapat diketahui setelah pusat-pusat perdagangan terpenting dikuasai Belanda, yang menimbulkan:

1. Tahun 1667 terjadi perjanjian Bongaya.

2. Tahun 1684 Banten kehilangan kemerdekaannya.

3. Kerajaan Banjarmasin dihapuskan oleh Nieuwen Huizen setelah tahun 1641.

E. Raja-Raja Yang Menentang VOC

a. Sultan Agung dari Mataram (1613-1645)

b. Hasanuddin dari Makasar

- Tahun 1659 dan 1660 VOC gagal menundukkannya.

- Perjanjian Bongaya 18 November 1667.

c. Sultan Agung Tirtayasa, Banten (1651-1683)

- Timbul perang melawan VOC tahun 1656.

d. Perang Surapati (1683-1706)

- Ia mengadakan pemberontakan pada tahun 1683.

- Tahun 1706 Kompeni menyerang benteng Surapati (Bangil).

F. Kejadian Penting Pada Masa VOC

a. Putra Elberfeld

- Bersekutu dengan pengikut Surapati.

- 1 Januari 1722 bertindak melawan VOC tetapi kemudian mereka tertangkap dan dibunuh.

b. Pembunuhan Bangsa Tionghoa di Batavia tahun 1746

- Tahun 1766 Komperni mengarahkan aturan-aturan yang keras.

- Timbul ketegangan antara Belanda dengan orang Tionghoa.

- Selama 6 hari kompeni menyerang kampong-kampung Cina.

- 1799 VOC mengalami keruntuhan, sejak tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan oleh Belanda.

III. REPUBLIK BATAAFSH (1799-1807)

Perpindahan tampuk pemerintahan ketangan Belanda dapat diharapkan membawa perbaikan. Karena Belanda menghadapi perang dengan Negara tetangganya yang mengakibatkan Raja William diusir kau patriot. Kemudian Belanda dikuasai oleh Prancis dan menjadi Republik Batafast. Pada tahun 1798 terdapat UUD Republik Batafast yang di dalamnya ditetapkan bahwa sekalian milik dan utang kompeni diambil oleh Negara, kemudian timbul dua aliran yanjalang menentukan pemerintahan di Indonesia.

1. Aliran Dirk Van Hogendorf, yang berpendapat VOC dibubarkan dan melaksanakan perdagangan bebas di Indonesia, mereka mengusulkan pemerintahan langsung serta sistem pajak.

2. Aliran Nederburg berpendapat monopoli perdagangan dilanjutkan dibawah penyelidikan pemerintah.

IV. KONIKRIJK HOLLAND (1808-1811)

Untuk mempertahankan jajahan di Indonesia Louis Napolion mengirimkan Deandels sebagai Gubernur Jenderal di Indoensia. Ia lebih mengutamakan soal pertahanan.

1. Tentara kompeni diperkuat

2. Benteng Jakarta diperkuat pula

3. Membuat pangkalan baru

4. Membuat kapal yang dipersenjatai lengkap

5. Membuat jalan untuk tentaranya

6. Mendirikan pabrik mesin

Kesultanan Banten, Cirebon dijadikan daerah kegubernuran. Deandels merusak adat istiadat yang berlaku di Kraton Jogya dan Surakarta. Kemudian Sultan Sepuh dan Pangeran Mengkunegara menyusun suatu kekuatan untuk mengusir Deandels. Deandels meninggalkan Indonesia tahun 1811, digantikan oleg Gubernur Jenderal Jansenh.

V. BANGSA INGGRIS/RAFFLES 1811-1816

Armada Inggris dating ke Indonesia dibawah pimpinan Lord Minto, mereka mendarat pada tanggal 4 Agustus 1811, Jansenh mencoba mempertahankan Batavia tapi sia-sia, pada pertempuran yang terakhir ditandatangani yang isinya:

1. Seluruh Jawa diserahkan kepada Inggris

2. Tentara Belanda ditawan

3. Pegawai Belanda boleh terus bekerja mengabdi kepada Inggris

Wakil Gubernur jenderal Inggris pada waktu itu Thomas Stampord yang berada di India dan pada waktu itu Surakarta dan Jogjakarta ingin mengambil kembali kekuasaannya seperti semula, hal inilah menyebabkan suatu perjanjian dengan kekerasan dan mereka berhasil menandatangani suatu perjanjian tanggal 1 Agustus 1812 yang isinya:

1. Kedu (sebagian dari Semarang), Rembang dan Surakarta diserahkan kepada Inggris.

2. Sultan harus menyerahkan kekuasaannya kepada P. NOTOKUSUMO, dibawa dalam perang melawan Prancis, Inggris dan Sekutunya menperoleh kemenangan.

Atas musyawarah di London 1814, Belanda memperoleh daerahnya kembali kecuali Ceylon, Hindia Barat, Tanjung Harapan, dan beberapa pengkalan di India.

VI. NEDERLANSCH INDIE (1816-1942)

Sejak permusyawaratan di London (1814), tercapailah perdamaian antara Belanda dengan Inggris dan Belanda kembali lagi berkuasa di Indonesia. Pada tahun 1830 timbul pertentangan antara kaum liberal dan konservatif (menjalankan sistem pemerintahan yang menerima hasil tanaman sebagai pajak).

Politik Bidang Perekonomian

Para komisaris Jenderal (1818-1819), Gubernur Jenderal Vender Cappelen (1819-1826) dan Du Busde Gisignies yang berminat melakukan politik eksploritas untuk memberi keuntungan dari daerah jajahan untuk negeri induk, yaitu sokongan keuangan yang diharapkan.

Untuk menjamin tindakan pribumi maka tindakannya ialah melakukan penghapusan sewa tanah tahun 1823 Tanam

a. paksa (Cultur Stelsel) 1830-1870-1915

- Tahun 1830 keadaan di Indonesia dan negeri Belanda semakin memburuk.

- Tahun 1831 V.D Bosch memerintahkan penanaman nila, dengan azas-azas tertentu.

- Tahun 1870 pencabutan tanam paksa, sedang kopi pada tahun 1915.

b. Politik Etis

Politik Etis adalah politik yang berlandaskan kepada ketinggian jiwa (kesusilaan).

Tahun 1900 Belanda tidak bisa membayar hutangnya maka Van De Venter mengumumkan politik etis, yaitu:

- Irigasi (pengairan)

- Emigrasi (pemindahan penduduk)

- Pendidikan

Yang akibatnya: - Rakyat berangsur-angsur mengalami kemajuan.

- Lahirlah Pergerakan Nasional dengan mendirikan bermacam bertuk organisasi yang tujuannya ingin laba dari penjajahan.

c. Nederlandsch Indie menghadapi peperangan tahun 1816-1942

- Perang Diponegoro 1825-1830, Akibat dari peperangan itu adalah karena beban rakyat yang semakin besar, peperangan itu dipimpin oleh Diponegoro bersama dengan Mangkubumi, Sentot Alibasa dan Kyai Maja.

- Peperangan Imam Bonjol 1821-1830, Akibat dari peperangan itu adalah pertentangan antara kaum adat dan agama di Minangkabau.

- Perang Aceh 1873-1904, Sebab perang itu ialah karena Aceh mengadakan hubungan dengan konsul Turki dan konsul Amerika, taktik dari perang ini adalah gerilya.

Fase-fase Perang Aceh

- Tahun 1873 yang dipimpin oleh Kohher

- Tahun 1873-1878 dipimpin oleh Van Swetten

- Tahun 1878-1893 dipimpin oleh Gubernur Militer Vanden Heyden

- Tahun 1898-1904 Van Heuts sebagai Gubernur Militer di Aceh..;

- Perlawanan Pattimura, Sebab terjadinya adalah karena penindasan dan penghisapan terhadap rakyat dan kurangnya biaya hidup. Belanda memaksa rakyat untuk menjadi serdadu, dan penangkapan terhadap anak laki-laki yang kuat, menghapuskan sistem monopoli rempah-rempah supaya pembayarannya yang lebih tinggi.

- Perjuangan tahun 1908-1927, Perjuangan pada masa ini diarahkan kepada pendidikan bagi bangsa Indonesia atas dasar kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905, rakyat Indonesia sadar bahwa orang timur sanggup melawan bangsa barat, maka timbullah gerakan-gerakan yang semula bersifat local menjadi sifat nasional.

- Perjuangan 1927-1938, Setelah organisasi-organisasi itu bersifat Nasional maka perjuangan lebih ditingkatkan lagi, yaitu menuntut kemerdekaan yang lebih tegas. Lahirlah organisasi-organisasi yang menuntut kemerdekaan, para pemuda tidak ketinggalan turut aktif memperjuangkan kemerdekaan, dengan mengadakan Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 yang dikenal dengan SUMPAH PEMUDA. Dalam hal ini Belanda tidak tinggal diam, melihat keadaan yang kurang menguntungkan itu maka mereka mengambil tindakan, pemimpin-pemimpin yang dianggap berbahaya di tangkap dan dibuang ke daerah-daerah.

- Perjuangan 1938-1942, Dalam keadaan yang lebih mendekat kepada persatuan, yang mengalami beberapa kesulitan, maka pada tahun 1939 lahirlah GAPI yang merupakan federasi Partai Indonesia, yang terkenal dengan Indonesia Yang Berparlemen. Belanda banyak memberikan janji kepada rakyat Indonesia, untuk bersatu, namun dengan jalan bersatu dengan Belanda juga tidak diperoleh hasil yang diharapkan, sehingga Belanda jatuh ketangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, dalam perundingan di Kali Jati.

VII. JAMAN JEPANG 1942-1945

Dalam gerakan ke selatan Jepang telah menyerbu Indonesia, tanggal 11 JAnuari tentaranya mendarat di Tarakan Kalimantan Timur, dan komando Belanda menyerah tanpa syarat di pulau itu, 12 Januari 1942. Kemudian di Palembang 14 Februari 1942 diturunkannya pasukan Payung, kemudian menguasai Jawa dengan bertempur dan berakhir dipihak kemenagan Jepang dalam waktu yang sangat singkat.

- Pada tanggal 1 Maret 1942 Jepang bergerak dari Kalijati menyerbu Bandung ke mudian mereka mengadakan perundingan di Kalijati.

- Dalam perundingan di Kalijati Belanda menyerah dibawah pimpinan Jenderal H. Terpoorten kepada tentaranya exspedisi Jepang dibawah pimpinan Letnan Jenderal Hitoisi Imakura tanggal 8 Maret 1942.

Tetapi perang pasifik terus berlangsung sehingga melemahkan angkatan perang Jepang, yang akhirnya Jepang membutuhkan tenaga-tenaga Indonesia. Dengan kedatangan tentara Jepang ke Indonesia pertama, kedua, dan ketiga 1942 mendapat sambutan yang baik. Tokoh Nasionalisme Indonesia seperti: Ir. Soekarno dan Drs. M. Hatta bersedia melakukan kerja sama dengan pemerintahan Jepang. Kemudian timbullah gerakan-gerakan seperti PUTRA, TIGA A, Himpunan Jawa Mia I, dsb. Golongan yang mula-mula mendapat perhatian adalah golongan PEMUDA, sehubungan dengan sifat kaum muda itu maka pelajaran yang ditanamkan kepada mereka adalah semangat.

Pada tanggal 29 April 1943 pada hari ulang tahun Kaisar Jepang diumumkan secara resmi berdirinya dua organisasi Pemuda. Memasuki tahun 1944 keadaan perang bagi Jepang semakin gawat, satu persatu daerah pendudukan Jepang jatuh ketangan sekutu, sejalan dengan itu pemerintahan penduduk Jepang mengambil alih semua kegiatan dan pengendalian ekonomi, dan pada bulan Agustus 1944 situasi Jepang semakin memburuk. Faktor-faktor yang tidak menguntungkan itu menyebabkan jatuhnya cabinet TOJO pada tanggal 17 Juli 1944, dengan keadaan ini pemerintahan Jepang di Jawa dibawah pimpinan Letnan Jenderal Kumarhici Harada pada tanggal 1 Maret 1945 telah mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan, telah terlebih dahulu diadakan Kongres Pemuda seluruh Jawa yang dibentuk atas inisiatif Jepang. Pada pertengahan tahun 1945 memuncaknya perjuangan menuju proklamasi kemerdekaan Indonesia, Sultan Syahrir termasuk tokoh pertama yang mendesak diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia. Kemudian pemuda-pemuda mengembil langkah yang terlebih dahulu mengadakan rapat, kemudian Ir. Soekarno merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan itu bersama-sama dengan Maeda sebagai tuan rumah. Drs. M. Hatta dan Mr. Ahmad Subarjo. Demikianlah pertemuan yang menghasilkan naskah kemerdekaan itu, dan proklamasi kemerdekaan berlangsung pada tanggal 17 Agustus 1945, hari jumat pukul 10.30 di Pegangsaan Timur 56. Maka berakhirlah penjajahan bangsa Jepang dan bangsa Eropa di Tanah Air Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Burger, D, H, Prof, Dr, Sejarah Ekonomi Sosiologis Indonesia I, Negara Pradnya Paramita, Djakarta, 1962.

Hall, D, G, E, Sejarah Asia Tenggara, Dewan Bahasa Pustaka, Kem. Pelajaran Malaysia, Kuala Lumpur, 1962.

HAMKA, Dr, Sejarah Umat Islam, N. V. Nusantara, Bukit Tinggi, Djakarta, 1961.

Koentjaraningrat, Drs, Sejarah Kebudayaan Indonesia I, INDRA, 1965.

Marwati Djoened Poesponegoro Nugroho Notosusanto, Sejarah Nasional Indonesia, jilid III dan IV, PN. Balai Pustaka, Jakarta, 1984.

Ricklifs, MC, Sejarah Indonesia Modern, penerjemah Darmono Harjowijono, Gajahmada University Press, Yogyakarta, 1999.

Ryan, N, Y, Sejarah Semenanjung Tanah Melayu, Oxford, Universitas Press, Kuala Lumpur, 1965.

Sartono Kartodirjo, Et, al, Sejarah Indonesia III, Dept P dan K Balai Pustaka, Jakarta, 1977.

Sanusi Pane, Sejarah Indonesia jilid I, Balai Pustaka, Djakarta, 1950.

Soekmono, R, Drs, Pengantar Sejarah Kebudayaan II, yayasan kanisius, 1973.

Sutjipto Wirjosuparto, R, M, Prof, Dr, Bunga Rampai Sejarah Budaya Indonesia, Djambatan, 1964.

Schrieke, J, B, O, Dr, Perebutan Kekuasaan Ekonomi di Indonesia, Balai Pustaka, Djakarta, 1957.

Van Den Berg, H, J, KREOSKAMP, Dr, H, Simanjuntak, I, P, Dari Panggung Peristiwa Sejarah Dunia I, J, B, Wolters, Djakarta Groningen, 1952.

Vlekke, B, H, M, Nusantara Sejarah Indonesia, Dewan Bahasa dan Pustaka Kemen Pelajaran Malaysia, Kuala Lumpur, 1967.

2 comments:

Post a Comment

Subcribe Me

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

Buku Tamu

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. HIMA SEJARAH UR - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger